Boedi Oetomo dan Sejarah Singkat Hari Kebangkitan Nasional

99

Jakarta, Muslim Obsession – Tiap 20 Mei pemerintah Indonesia dan segenap masyarakatnya memperingari hari Kebangkitan Nasional. Sejarah Kebangkitan Nasional ini tidak lepas dari sosok Sutomo salah seorang mahasiswa pendiri organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

Adalah Presiden Soekarno orang yang pertama menetapkan hari lahir Boedi Oetomo sebagai hari kebangkitan nasionalisme Indonesia atas usulan Ki Hadjar Dewantara dan Radjiman Wediodiningrat.

Sebab di masa itu, banyak ancaman segregasi antargolongan dan ideologi di tengah upaya Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari kolonial Hindia Belanda yang ingin merebut kembali kekuasaannya.

Semangat persatuan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang digaungkan Boedi Oetomo lantas menjadi lecut semangat para pribumi untuk membebaskan diri dari dominasi penjajah sekaligus mencegah perpecahan bangsa.

Boedi Oetomo sendiri merupakan adalah organisasi modern pertama di Indonesia sejarah pergerakan kemerdekaan. Organisasi prakemerdekaan ini aktif bergerak di berbagai bidang khususnya pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan tanpa melibatkan unsur politik.

Organisasi Boedi Oetomo dibentuk oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) pada 20 Mei 1908 di Jalan Abdulrahman Saleh No. 26, Jakarta, berdasarkan gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo yang ingin meningkatkan martabat rakyat dan bangsa Indonesia.

Terlebih, kala itu kondisi kehidupan masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan sejak diberlakukannya politik etis oleh Belanda.

Tujuan didirikannya organisasi Boedi Oetomo antara lain untuk menyadarkan masyarakat Indonesia, melestarikan budaya dan berupaya meningkatkan taraf hidup lewat pendidikan. Boedi Oetomo kala itu masih fokus di Jawa dan Madura.

Seiring berjalannya waktu, anggota organisasi ini bertambah banyak dan meluas, tak lagi terbatas di Jawa dan Madura saja.

Cara dan metode yang diterapkan para pelajar STOVIA dalam membangkitkan semangat nasionalisme lantas mendapat tanggapan positif.

Perlahan konsep Boedi Oetomo kemudian banyak dicontoh dan memelopori lahirnya organisasi pergerakan serupa di berbagai daerah di Indonesia, seperti seperti Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, Muhammadiyah, dan lainnya.

Penetapan Hari Kebangkitan Nasional

Usai kemerdekaan tepatnya pada 1948, kondisi politik Indonesia masih karut-marut. Kabinet parlementer jatuh bangun tanpa bisa menyelesaikan masa jabatannya hingga tuntas. Banyak tokoh nasional yang bermusuhan satu sama lain.

Selain itu, Belanda pun masih kerap melancarkan aktivitas militer lantaran belum mengakui kemerdekaan Indonesia.

Dalam kondisi demikian, Ki Hadjar Dewantara dan Radjiman Wediodiningrat mengusulkan tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hal tersebut disetujui oleh Presiden RI Soekarno.

“Dalam keadaan Republik yang krusial itu, sebuah simbol baru persatuan sangat dibutuhkan,” ujar Sejarawan Taufik Abdullah dalam Jurnal Masyarakat Indonesia No. 2 tahun 2008.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang ditetapkan pada 20 Mei 1959 tersebut kini ditetapkan sebagai hari nasional bukan hari libur. Penetapan ini berdasarkan keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959.

Hari Kebangkitan Nasional mengangkat tema yang berbeda setiap tahunnya. Dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114 pada 20 Mei 2022, mengusung tema peringatan Harkitnas “Ayo Bangkit Bersama”.

Tema ini dipilih agar Harkitnas ini dapat menjadi momentum untuk mengobarkan semangat bangkit dan mempercepat pulihnya bangsa dari masa-masa sulit pandemi Covid-19 yang telah lebih dari 2 tahun melanda.

Demikian sejarah singkat Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here