Bersih Hati

68

Oleh: Habib A. Rahman Habsyi (Sahabat Iman)

HATI ibarat raja. Setiap prajurit tentunya akan patuh dengan perintah-perintah dari rajanya. Maka dari itu, dibutuhkan hati yang bersih agar prajuritnya melakukan sesuatu yang bersih pula.

Hati yang bersih, adalah kunci untuk mendapatkan keselamatan akhirat. Karena Allah akan bersemayam di dalam hati yang bersih dari seorang hamba.

Hati yang bersih akan melahirkan watak terpuji, seperti keikhlasan, kejujuran, kesederhanaan, dan kepemimpinan. Sedangkan hati kotor nurani akan melahirkan watak tercela dan buruk.

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Pesona Dunia

Makanan yang baik bagi hati adalah iman, sedangkan obat terbaik baginya adalah Al-Quran. Dan, keduanya (iman dan Al-Quran) sama-sama mengandung gizi dan obat sekaligus.

Memiliki hati yang bersih tentu bukan perkara mudah. Perlu banyak perenungan, tekad, dan penghayatan sehingga kita bisa memilikinya.

Untuk bisa memiliki hati yang bersih dibutuhkan keinginan kuat dalam diri agar Allah bisa memudahkan segala ikhtiarnya.

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Energi Kebaikan

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ قَالَ كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ صَدُوقِ اللِّسَانِ قَالُوا صَدُوقُ اللِّسَانِ نَعْرِفُهُ فَمَا مَخْمُومُ الْقَلْبِ قَالَ هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ لَا إِثْمَ فِيهِ وَلَا بَغْيَ وَلَا غِلَّ وَلَا حَسَدَ

Dari Abdullah bin Amr berkata: Ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ: “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bersih hatinya dan selalu benar atau jujur lisannya. ”Kemudian mereka para sahabat berkata, mengenai jujur atau benar lisannya, kami sudah mengetahuinya, tetapi apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?” Beliau menjawab, “Yaitu seseorang yang bertakwa dan bersih, yang tidak terdapat dosa pada dirinya, tidak zholim, tidak iri, dan juga tidak dengki,” (HR. Ibnu Majah).

Mari Terus Bersihkan Hati!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here