Benarkah Stres Bisa Bikin Badan Kurus? Cek Faktanya!

85

Muslim Obsession – Stres mempengaruhi hampir setiap area tubuh. Beberapa efek pada sistem dan proses tubuh yakni dapat menyebabkan penurunan berat badan dengan cara yang berbeda.

Stres dan pilihan makanan yang buruk sebagai akibat dari stres dapat berkontribusi pada peradangan yang meluas dan penurunan berat badan.

Peradangan ini dapat menyebabkan aktivasi saraf vagus, yang memengaruhi cara usus memproses dan memetabolisme makanan.

Dilansir Medical News Today, ketika tubuh sedang stres, sistem saraf simpatik memicu pelepasan epinefrin, juga disebut adrenalin, dari kelenjar adrenal.

Aliran epinefrin mengaktifkan respons melawan-atau-lari dari tubuh, yang mempersiapkan seseorang untuk melarikan diri atau melawan ancaman yang akan datang.

Epinefrin menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan pernapasan menjadi lebih cepat, yang dapat membakar kalori. Selain itu, mengubah cara usus mencerna makanan dan mengubah kadar glukosa darah.

Sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) mengontrol respons tubuh terhadap stres, yang memengaruhi kadar kortisol.

Ketika tubuh sedang stres, kelenjar pituitari memberi sinyal ke kelenjar adrenal untuk melepaskan kortisol. Hormon ini meningkatkan bahan bakar tubuh untuk energi dengan melepaskan asam lemak dan glukosa dari hati.

Kortisol juga membantu mengatur respon imun tubuh dan mengurangi peradangan.

Stres kronis merusak fungsi sumbu HPA, menyebabkan perubahan metabolisme dan kebiasaan makan.

Stres mempengaruhi komunikasi antara otak dan sistem gastrointestinal (GI), membuat gejala GI lebih jelas.

Stres mempengaruhi semua bagian dari sistem GI, termasuk kerongkongan (pipa makanan), lambung, dan usus.

Stres dapat menyebabkan gejala GI, seperti: mulas atau refluks, kesulitan menelan, gas, kembung, sakit perut, mual, muntah, nafsu makan meningkat atau menurun, diare, sembelit, kejang otot.

Gejala-gejala ini dapat mempengaruhi kebiasaan makan seseorang, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Namun, bisakah stres menyebabkan kenaikan berat badan?

Jangan salah, stres juga dapat menyebabkan penambahan berat badan meskipun ada intervensi diet dan olahraga.

Penelitian menunjukkan bahwa stres juga dapat menyebabkan kurang tidur, nafsu makan meningkat, mengidam makanan yang tidak sehat, berkurangnya motivasi untuk terlibat dalam aktivitas fisik.

Semua faktor ini dapat menyebabkan penambahan berat badan atau intervensi hampir penurunan berat badan.

Seseorang harus berusaha untuk mengikuti rutinitas olahraga mereka sebanyak mungkin. Aktivitas fisik bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan berat badan yang ideal dan juga baik untuk pikiran.

Olahraga dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.

Hal ini juga meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan mood, dan mengurangi stres. Bahkan hanya 5 menit aktivitas aerobik dapat menghasilkan efek yang nyata.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here