Digitalisasi SGIE Bawa Pasar Islam Indonesia Masuk Ranking 3 Besar di Dunia

264
Tech for Islamic 2024 di Universitas Al-Azhar Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Jakarta, Muslim Obsession – Pertumbuhan pasar Islam di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup pesat. Hal ini tidak terjadi tanpa adanya populasi muslim yang besar, melansir pada laporan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang bertajuk The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2024, Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia.

Berdasarkan SGIE Report 2023, Indonesia berada di ranking 3 dunia. State of The Global Islamic Economy (SGIE) memiliki potensi yang signifikan dalam konteks pasar Islam di Indonesia.

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, eksistensi SGIE dapat membuka peluang luas bagi negara-negara yang mayoritasnya adalah Muslim untuk meluaskan jangkauan pasar ekonomi Islam.

Ekonomi Islam Indonesia dirujuk untuk dapat memanfaatkan digitalisasi dalam platform media sosial untuk merangsang pertumbuhan dan pengembangan sektor ekonomi Islam di Indonesia. Pemanfaatan digitalisasi tentunya harus selaras dengan berbagai faktor antara lain, politik, hukum, sosial, budaya, pasar, dan ekonomi.

Berangkat dari pertumbuhan inilah, MarkPlus Islamic bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menghadirkan Tech for Islamic 2024 di Universitas Al-Azhar Jakarta, Rabu (27/3/2024).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada MarkPlus sudah kerja sama dengan UAI dan pada hari ini menyelenggarakan acara Tech for Islamic yang sesuai dengan misi kami untuk menjadi entrepreneurship university, dan saya yakin acara ini pasti akan bermanfaat untuk kita semua.

Tentunya kolaborasi ini tidak akan berhenti di sini, akan lanjut terus kami bersinergi, berkolaborasi untuk menghasilkan lebih banyak entrepreneur di Indonesia.” kata Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Dr. Drs. Zirmansyah, M.Pd., saat membuka acara ini.

Mengusung tema “Tech for Islamic Marketing”, acara ini dihadiri oleh berbagai narasumber dari perusahaan yang menerapkan nilai Islam seperti, Hijra, Adira Finance, KNEKS, PT Pegadaian dalam sesi Full-Fledged Tech. Sesi kedua, Web-Based Driven, dikupas oleh MES dan Jaringan Media Siber Indonesia, Edelweiss Hospital, Marketeers. Terakhir, sesi Social Media Driven, dikupas oleh Universitas Islam Indonesia, Bank Aladin Syariah, dan Wardah.

Perkembangan digitalisasi yang pesat dalam kanal media sosial ini disadari Taufik, Deputy CEO of MarkPlus, Inc., bahwa fenomena peningkatan pengguna aktif media sosial memberikan landasan kuat bagi pengembangan pemasaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan teknologi.

Sebagai penutup dari rangkaian acara Tech for Islamic 2024, MarkPlus Islamic memberikan berbagai anugerah kepada perusahaan lintas industri yang telah menerapkan inovasi digital dalam pengembangannya. Penghargaan tersebut antara lain:

– The Most Promising Company in Mobile Apps Utilization for Banking Industry
– The Most Promising Company in Social Media Utilization for Banking Industry
– The Most Promising Company in Website Utilization for Sharia Banking Industry
– The Most Promising Islamic Hospital in Social Media Utilization
– The Most Promising Company in Social Media Utilization for Sharia Insurance
Industry
– The Most Promising Company in Website Utilization for Sharia Insurance Industry
– The Most Promising Company in Website Utilization for Sharia Insurance Industry
– The Most Promising Company in Social Media Utilization for Sharia Multifinance
Industry
– The Most Promising Islamic Education Institution for Website Utilization
– The Most Promising Islamic Education Institution for Social Media Utilization. (Arfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here