Alhamdulillah, Ustadz Farid Okbah Tak Terkait JI, Tidak Pula Terlibat Kegiatan Apapun yang Terkait dengan Teroirisme

233

Oleh: Ismar Syamsuddin, SH MA (Koordinator Advokat Bela Ulama Bela Islam)

Subhanallah, maha suci Allah yang telah membersihkan Ustadz Farid Okbah dari berbagai tuduhan keji, melakukan tindak pidana terorisme. Dalam persidangan yang menghadirkan saksi saudara Z (sengaja hanya disebut inisial), pada hari Rabu (28/9), didapatkan keterangan bahwa ustadz Farid Okbah bukan anggota Jama’ah Islamiyah (JI), karena tidak pernah berbai’at kepada JI.

Menurut Saksi Z, dirinya adalah Amir JI yang selama memimpin tidak pernah melihat, mendengar dan mengetahui Ustadz Farid Okbah terlibat dalam kegiatan JI. Saksi juga menerangkan, prosesi untuk menjadi anggota JI adalah dengan berbaiat, dan ditegaskan Ustadz Farid bukan anggota JI karena tidak pernah berbai’at kepada JI..

Keterangan ini sejalan dengan keterangan 8 saksi yang telah diperiksa pada persidangan sebelumnya. Sungguh, ini benar-benar sebuah pertolongan Allah SWT.

Saksi menerangkan bahwa Ustadz Farid hanya pernah diundang sebagai ulama, untuk dimintai pandangannya dalam sebuah acara. Ustadz Farid pernah diminta menjadi Amir JI, namun Ustadz Farid Okbah tegas menolaknya.

Selama ini, yang menjadi kambing hitam pengaitan Ustadz Farid dengan kegiatan terorisme, dituduh menyembunyikan aktivitas terorisme, bahkan dianggap menjadi anggota atau merekrut anggota organisasi terorisme adalah karena dikait-kaitkan dengan JI.

Ketika saksi menerangkan Ustadz Farid bukan anggota JI, tidak pernah berbai’at kepada JI, maka gugurlah seluruh dakwaan Jaksa, baik terkait melakukan tindakan atau setidaknya terlibat dalam kegiatan terorisme (pasal 7 jo pasal 15), atau menyembunyikan informasi terkait kegiatan terorisme (pasal 13c), atau merekrut dan menjadi anggota korporasi terorisme (pasal 12a).

Yang menarik adalah keterangan dari Saksi Z, dimana JI ternyata ditetapkan sebagai korporasi terorisme berdasarkan putusan yang didalamnya tak ada dakwaan dan tuntutan atas korporasi JI. Tiba-tiba, muncul putusan atas JI yang menetapkan JI sebagai korporasi terorisme.

Rekan Abdullah al Katiri berkelakar, ini seperti perkara penganiayaan tapi vonisnya tentang pencurian ayam. Sayangnya, atas dasar putusan ‘terorisasi JI’ inilah, para ustadz ditarik dan dikait-kaitkan dengan JI, dan kemudian dituduh melakukan atau terlibat sejumlah kegiatan terorisme.

Yang lucu, Saksi juga menerangkan tahu kalau Ustadz Farid pernah diundang istana, bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Lalu bagaimana mungkin, ada Presiden menerima kunjungan teroris ? Jawaban saksi yang menjawab pertanyaan dari rekan ahmad khozinudin ini juga semakin mempertegas Ustadz Farid Okbah bukan teroris.

Sejumlah pertanyaan dari Rekan Srimiguna, Rekan Juju Purwantoro, Rekan Dedi Suhardadi dan yang lainnya, mendapatkan jawaban dari saksi yang juga semakin menegaskan Ustadz Farid Okbah adalah pengemban dakwah, guru dan pendidik umat, bukan teroris.

Bang Herman Kadir berulangkali menegaskan, bahwa Ustadz Farid adalah ulama yang ittiba’ pada salafus shalih. Mustahil melakukan tindak pidana terorisme.

Saya tidak tahu, kenapa jaksa begitu bersemangat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ingin mengaitkan Ustadz Farid Okbah dengan kegiatan terorisme. Saya kasihan, betapa beratnya hisab para jaksa kelak karena telah berani dan lancang menuduh ulama sebagai penjahat, bahkan penjahat yang melakukan kejahatan terorisme.

Selesai memeriksa saksi Z, kami melanjutkan memeriksa saksi lainnya. Rencananya, masih ada 3 saksi lain yang kan diperiksa hari ini. Mohon doa dan dukungan, agar Ustadz Farid dan para ustadz lainnya dimudahkan urusannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here