Yenny Wahid Setuju Ketum PBNU Dijabat Perempuan

185
Yenny Wahid. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta, Muslim Obsession – Putri Presiden keempat RI yang juga eks Ketum PBNU (alm) Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid sangat setuju jika Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dijabat oleh perempuan.

Hal itu ia ungkapkan saat diwawancarai dengan wartawan senior Karni Ilyas di di kanal Youtube Karni Ilyas Club, Rabu (27/10) malam.

Awalnya, Karni melontarkan pernyataan bahwa NU akan revolusioner bila nantinya mengizinkan seorang perempuan untuk menjadi ketua umum. Merespons hal itu, Yenny menyetujuinya.

“Alangkah revolusionernya NU Kalau tiba-tiba mereka mengizinkan perempuan jadi ketua NU,” kata Karni.

”Setuju, setuju,” timpal Yenny.

Karni lantas menilai Yenny sangat cocok untuk didukung oleh para pengurus wilayah NU untuk maju dalam bursa caketum PBNU.

Karni menyebut Yenny memiliki ‘darah biru’ keturunan tokoh-tokoh NU yang kental. Karni juga memuji Yenny memiliki segudang pengalaman baik di level nasional dan internasional selama ini.

Diketahui, Yenny merupakan keturunan dari tokoh-tokoh NU kharismatik. Ayah Yenny, Gus Dur merupakan mantan Ketum PBNU dan sempat menjadi inisiator berdirinya PKB.

Kakeknya, Wahid Hasyim merupakan tokoh NU dan mantan Menteri Agama RI. Sementara buyut Yenny adalah Hasyim Asyari yang merupakan pendiri NU.

“Mbak Yenny bukan darah biru lagi. Kental saya liat. Bapaknya pendiri PKB, kakek dan buyutnya tokoh-tokoh NU. Layak menurut saya begitu. Dan pengetahuannya luas. Beliau pernah kuliah di AS. Pengalamannya luar biasa. Bahkan beliau turun juga ke Timur-Timor. Menurut saya secara internasional dan nasional layak didukung untuk pengurus wilayah NU untuk jadi ketum,” kata Karni.

Mendengar pujian dari Karni, Yenny tak menanggapinya secara serius. Ia berkelakar bahwa Karni sudah menjadi tim suksesnya meski tak mencalonkan maju sebagai kandidat Ketum PBNU.

“Kayaknya Sebagai kandidat yang tak dicalonkan, saya punya timses namanya Karni Ilyas,” kelakar Yenny sambil tertawa.

Pada kesempatan itu Yenny turut menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada wacana Ketua NU dari kalangan perempuan. Sebab, di NU sudah ada badan otonom Muslimat NU sebagai wadah perempuan-perempuan NU untuk berorganisasi.

“Dan sebetulnya kalau powerful atau tidak [perempuan], lebih powerful bang. Karena ibu-ibu ini, kiai-kiainya mau bagaimana-bagaimana di luar, begitu di dalam rumah kan tetap bu Nyai,” kata Yenny sambil tertawa.

Muktamar NU ke-34 rencananya akan dihelat pada 23-25 Desember mendatang. Sejumlah nama menyeruak dalam bursa calon ketua umum PBNU. Terdapat nama Ketum PBNU saat ini Said Aqil dan nama Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf yang masuk dalam bursa Caketum PBNU. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here