Sukses Perkuat Kebhinnekaan, Menteri Agama Raih Penghargaan Nawacita Awards 2022

116
Staf Khusus Menag Wibowo Prasetyo menerima Nawacita Awards 2022, mewakili Menteri Agama. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerima penghargaan Nawacita Awards 2022 kategori tokoh nasional Penguatan Kebhinnekaan Indonesia.

Nawacita Awards 2022 merupakan ajang apresiasi dan penghargaan kepada tokoh-tokoh nasional dalam pengimplementasian Program Nawacita yang digulirkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Selain Menag Yaqut, penghargaan Penguatan Kebhinekaan Indonesia juga diberikan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani dan Tokoh Muhammadiyah Haedar Nashir.

Penghargaan ini diserahkan pembina grup media Nawacita Indonesia sekaligus Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly dalam ajang Nawacita Awards 2022.

Ada sembilan kategori yang diberikan kepada para tokoh nasional dalam ajang Nawacita Awards 2022. Di antaranya bidang Pertahanan dan Keamanan, Sistem demokrasi, Pembangunan Daerah, Penegakan Hukum, Kesejahteraan Rakyat, Kemajuan Industri, Kemandirian Ekonomi Nasional, Pendidikan Karakter Bangsa, dan Kategori Penguatan Kebhinekaan Indonesia.

Yasonna H Laoly mengatakan, penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada para tokoh nasional dalam mendukung dan mengimplementasikan program Nawacita.

“Terima kasih kepada pihak-pihak terkait atas terselenggaranya Nawacita Award yang bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda. Semoga acara ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Kepada penerima Nawacita Award kami ucapkan selamat, ” ujar Yasonna H Laoly.

Mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, penghargaan Nawacita Awards 2022 diterima Staf Khusus Menteri Agama Bidang IT, Media, dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo.

“Kebhinekaan itu niscaya. Apa yang dilakukan Menag Yaqut Cholil Qoumas pada dasarnya adalah menjaga keniscayaan agar semua kita tumbuh bersama dalam suasana terus menguatkan keberagamaan yang ada hingga menjadi harmoni yang indah,” terang Wibowo Prasetyo usai menerima penghargaan di Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Menurutnya, Menag sangat concern pada persoalan ini, salah satunya melalui akselerasi implementasi Program Penguatan Moderasi Beragama dan Tahun Toleransi. Oleh karenanya ke depan, seluruh layanan di Kemenag harus berangkat dari kesadaran akan pentingnya merawat kebhinekaan.

Wibowo menambahkan, kerja penguatan kebhinekaan tidak bisa dilakukan sendirian. Untuk itu, diperlukan kerja sama dari semua pihak, utamanya adalah para tokoh agama dan masyarakat, serta ormas keagamaan. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here