Sejarah Makam Raja-Raja Jawa di Imogiri

3538

Pusat pemerintahan Kesultanan Mataram Islam kala itu berada di Kotagede, dekat pusat Kota Yogyakarta sekarang.Sebelum dibangunnya kompleks makam raja-raja di Imogiri, Sultan Agung sebenarnya sudah merencanakan area pemakaman khusus yang dinamakan Girilaya.

Perancangnya adalah paman sultan yang bernama Panembahan Juminah, salah satu putra Sutawijaya alias Panembahan Senapati, pendiri Kesultanan Mataram Islam.Namun, tidak berselang lama proses pembangunan makam itu dihentikan sementara karena Panembahan Juminah wafat.

Sultan Agung pun bahkan sempat dikabarkan membatalkan rencana penggunaan kompleks makam tersebut untuk raja-raja Mataram. Namun tidam jadi. Panembahan Juminah dikuburkan di Makam Girilaya sebagai bentuk penghormatan Sultan Agung kepada paman tercintanya tersebut.

Diketahui arsitek kompleks makam di Imogiri bernama Kyai Tumenggung Citrokusumo, orang kepercayaan Sultan Agung. Kyai Tumenggung Citrokusumo merancang kompleks pemakaman tersebut dengan perpaduan unsur Jawa (Hindu) dan Islam, juga dibangun masjid di dalamnya. Hingga kini, bangunan masjid tersebut tetap terjaga dan sesuai dengan bentuk aslinya.

Area pemakaman ditempatkan di puncak bukit. Untuk mencapainya harus menaiki tingkat yang berjumlah 409 anak tangga dengan kemiringan 45 derajat dan lebar sekitar 4 meter. Menurut mitos setempat, barangsiapa saat menaiki anak tangga itu dapat menghitung jumlahnya dengan tepat, maka keinginannya akan terkabul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here