Quraish Shihab: Semua Agama Percaya Adanya Hari Pembalasan

65
Prof. Quraish Shihab.

Jakarta, Muslim Obsession – Cendekiawan Muslim Indonesia, Prof HM Quraish Shihab mengungkapkan semua agama percaya dengan adanya hari pembalasan. Manusia akan dibangkitkan untuk menerima balasan yang sempurna dari Tuhan sebagai ganjaran atas apa yang dilakukan selama ini.

“Ada hari pembalasan dan hari kebangkitan. Di mana manusia akan memperoleh balasan atau ganjaran dari apa yang telah dilakukan selama ini. Adanya hari pembalasan karena semua manusia mendambakan keadilan. Ada agama yang berkata bahwa pembalasan itu ada di dunia misalnya dengan meyakini adanya karma,” tuturnya dalam buku ‘Reinkarnasi’ Manusia setelah Kematian, Hari Kebangkitan Bagian Satu.

Menurut Prof Quraish, Al-Qur’an menguraikan hari kebangkitan dalam Islam dimulai dari hancurnya alam raya. Ketika itu semua manusia mati dan bangkit di dalam satu tempat yang dinamai padang mahsyar. Di situlah bermula kebangkitan, dan kehadiran manusia kembali setelah kematian.

Penulis Tafsir Al Misbah itu menuturkan bahwa sebagian ulama berpendapat bangkitnya manusia hanya berupa ruh karena jasadnya sudah hancur. Jasad manusia diciptakan sesuai dengan alam duniawi, sedangkan alam ukhrawi beda dengan alam duniawi.

Ada ulama lain yang berkata bahwa manusia dibangkitkan dengan ruhani dan jasmani walaupun jasmaninya telah berbeda keadaannya dalam bentuk yang sesuai dengan alam akhirat.

“Di dalam Al-Qur’an dijelaskan kenikmatan-kenikmatan jasmani, seperti adanya makanan, minuman dan sebagainya. Sehingga kenikmatan jasmani itu berada di surga, dan siksaan-siksaan jasmani itu berada di neraka. Dan masing-masing akan memperoleh sesuai yang dilakukannya,” jelasnya.

Selain percaya adanya hari pembalasan, kata Habib Quraish semua agama juga ada kekuatan maha dahsyat yang mengatur alam raya. Menurut Prof Quraish kekuatan itu dinamai Tuhan. “Semua agama percaya adanya Tuhan, walau pun bisa berbeda-beda dalam rincian kepercayaannya menyangkut dengan Tuhan,” ujarnya.

Kemudian semua agama juga punya dorongan untuk melakukan hubungan dengan kekuatan yang maha dahsyat itu. Itulah yang di dalam Islam dinamai dengan ibadah. “Semua agama mengenal ibadah, dan mengajarkan agar kita memiliki hubungan dengan Tuhan,” jelasnya.

Prof Quraish menekankan keyakinan terhadap tiga hal itu perlu dipegang. Tanpa salah satu dari ketiganya maka tidak dapat dinilai sebagai agama. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here