Prabowo Marah Meninju Meja, Para Ulama Terperangah (Bag-1)

35699
Usamah dan Jokowi
Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam saat diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Sebagai bukti, saya minta segera dijadwalkan audiensi dengan Presiden dalam waktu segera. Audiensi tersebut terjadi beberapa hari kemudian, tepatnya 14 April 2018, saya diterima Presiden empat mata di Istana Negara.

“Ke mana saja Pak Usamah, kok gak pernah muncul?” sapa Presiden saat menyalami saya.

“Mohon maaf Bapak Presiden, selama tiga setengah bulan ini katanya saya di black list Istana, gak bisa lagi bertemu Presiden.”

Opo? Black list? Sopo sing black list Pak Usamah?” kata Presiden sambil mengulum senyum.

Gak tahu Pak. Katanya lingkaran Istana. Jadi saya sudah sulit minta waktu audiensi melalui jalur khusus seperti arahan Bapak selama ini.”

“Lha, sekarang ini kok bisa dijadwalkan bertemu saya? Lewat siapa?”

“Mensesneg Pak.”

“Ooo begitu ya. Yo wis, nanti lewat Mensesneg saja. Di Istana itu yo wiku. Saya juga heran, macam-macam isunya.”

Saya lantas mengajukan gagasan baru untuk menciptakan situasi kondisi politik yang kondusif menjelang tahapan Pilpres 2019. Saya sarankan Presiden agar berkenan menerima utusan ulama PA 212 yang direstui HRS untuk berkomunikasi dengan Presiden menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.

“Apa yang mereka inginkan Pak Usamah?”

“Ya, tabayyun Pak. Pertama, beri ruang dakwah seluas-luasnya, dengan menghentikan kriminalisasi ulama. Kedua, Habib Rizieq diizinkan pulang. Ketiga, pemberdayaan ekonomi umat. Saya kira hanya itu saja, Pak.”

“Lha, saya kan sudah berkali-kali bilang sama Pak Usamah, juga di berbagai kesempatan bertemu ulama, saya ini gak pernah merasa melakukan kriminalisasi ulama. Lha wong ulama yang dituduh dikriminalisasi saja saya gak tahu, saya gak kenal, yang mana? Kok itu terus yang dipersoalkan. Kalau masalah hukum, ya harus diselesasikan secara hukum,” tandas Presiden.

“Mohon maaf Bapak Presiden, justru masalah itu yang harus disampaikan Bapak Presiden kepada mereka, agar mereka bisa berkomunikasi langsung dengan Bapak.”

Presiden tercenung sejenak.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here