Parmusi Minta PPP Ikut Berjuang Bela Ulama yang Dikriminalisasi

166
Sekretaris Fraksi PPP, Ach. Baidowi (tengah) saat menerima kedatangan Parmusi di di Ruang rapat Fraksi PPP DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2022). (Foto: Edwin B/ Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) menggelar audiensi bersama Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terkait permasalahan terorisme di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Audiensi ini membahas tentang tiga ulama yang ditetapkan sebagai terdakwa kasus dugaan terorisme, yakni Ustadz Farid Ahmad Okbah (UFO), Ustadz Ahmad Zain An-Najah dan Ustadz Anung Al Hamat.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam mengucapkan terimakasih kepada Fraksi PPP terhadap permohonan audiensi dalam rangka menyampaikan permasalahan keumatan yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini.

Usamah mengungkapkan, dirinya datang ke gedung DPR ini dalam rangka menyampaikan hal yang penting soal keumatan. Selama 23 tahun dirinya hanya dua kali datang ke gedung perwakilan rakyat tersebut.

“Saya datang ke sini kalau ada persoalan penting yang harus saya perjuangkan. Yang pertama persoalan penting yang saya sampaikan adalah ketika itu 212. Yang kedua sekarang ini. Jadi ketua umum Parmusi masuk ke DPR ini karena persoalan-persoalan yang penting saja, yang menyangkut keumatan,” ujar Usamah.

Dia menilai, ada persoalan yang mesti dibantu oleh PPP. “Hari ini saya melihat ada persoalan umat yang harus dibantu oleh PPP, yang mengatakan merawat persatuan dengan pembangunan. Yakni pembangunan akhlak,” ungkap orang nomor satu di Parmusi ini.

Parmusi hari ini menghadapi satu kendala, masalah besar, yakni ketua bidang agama Parmusi yaitu UFO bersama dua rekannya kurang lebih satu tahun yang lalu dituding melakukan kegiatan terorisme dan proses persidangan sudah berjalan selama empat bulan ini.

Dia menjelaskan, dalam proses persidangan, para penasihat hukum mampu menunjukan di dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, tidak ada satu pun alat bukti yang bisa dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum, yang penangkapannya dilakukan oleh Densus 88 sebagai penyidik.

“Tidak ada satu pun pasal yang bisa dibuktikan kepada tiga ulama ini melakukan kegiatan persiapan atau melakukan tindakan terorisasi,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengambil kesimpulan, bahwa yang melakukan terorisme ini diduga adalah aparat hukum kepada ulama. “Bukan ulama yang melakukan terorisme kepada rakyat. Karena tidak ada satupun dibuktikan,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Fraksi PPP, sebagai garda terdepan rumah umat, dengan simbol Ka’bah memperjuangkan ruang dakwah islamiah bagi seluruh ormas Islam di Indonesia, agar ikut berjuang dan memberikan suatu tekanan – tekanan.

“Bukan saja tekanan hukum, juga tekanan politik kepada Densus 88,” pinta Usamah.

Dia mengungkapkan, dirinya sempat melapor ke Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo tentang masalah ini.

“Saya bilang pak Kapolri ini silet aja nggak ada sebagai alat buktinya, masa ulama dituduh terorisme. Jawaban pak Kapolri, iya pak Usamah, saya pikir tidak ada hubungannya ulama sama terorisme, siapa ya yang merancang ini semua? tanya pak Kapolri,” ungkap Usamah.

“Bahkan Kapolri mengirim tim Densus kepada saya, agar permasalahan itu dituntaskan. Tetapi pemimpin densus mengatakan permasalahan ini sudah dilimpahkan ke PN Jaktim, proses peradilan yang bisa memutuskan, sehingga Kapolri tidak bisa mengintervensi,” tambahnya.

Dia menilai hal ini sebuah permainan. Untuk itu, Usamah meminta kepada Fraksi PPP memperjuangkan hal seperti ini. Oleh sebab itu, ini kali pertama dirinya datang ke Fraksi PPP agar PPP bisa memperjuangkan secara tegas.

“Persoalan berhasil atau tidak, bukan ukuran bagi kami, yang penting ada perjuangan dari fraksi PPP yang tentu ini akan dirasakan oleh seluruh umat Islam,” pungkasnya. (Poy)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here