Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-94)

VII. Nabi Ilyas, Ilyasa, Yunus, Penghancuran Haikal Sulaiman (Masjidil Aqsha), Bani Israel Terjajah dan Diperbudak Lagi.

152
Lukisan Nabi Yehezkiel memperingatkan penduduk Yerusalem. Ada yang percaya namun ada yang tidak percaya. (Sumber: sangsabda)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

f. Penglihatan Nabi Yehezkiel tentang Israel dan Haekal Sulaiman Baru.

Kitab Yehezkiel 1 mengisahkan, sebelum kehancuran Yerusalem dan Haekal Sulaiman, seorang imam Bani Israel yaitu Yehezkiel bin Busi keturunan Rehabeam bin Sulaiman bin Dawud (Yehezkiel adalah leluhur Nabi ‘Iysaa), mendapatkan penglihatan dari kuasa Allah.

Saat itu dia berada di Aram (Suriah) bersama orang-orang yang terbuang, di sungai Kebar (Khabur atau Habur) anak sungai Eufrat. Dengan demikian, Yehezkiel berada di tempat komunitas warga Israel Samaria yang terusir dari negerinya yang diperbudak di kota-kota di wilayah Aram.

Tidak ada kisahnya bagaimana Nabi Yehezkiel ada di wilayah tersebut. Jika melihat namanya yang menggunakan bahasa Aram, maka Nabi Yehezkiel lahir di wilayah Aram, sehingga orang tua atau leluhur di atasnya telah berada di wilayah Aram.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-93)

Pada tahun kelima bulan kelima setelah raja Yoyakim menjadi orang buangan di Babilonia, atau tahun kelima masa raja Zedekia, tiba-tiba di langit Yehezkiel melihat angin badai bertiup keras membawa gumpalan awan besar yang terdapat api yang berkilat-kilat sedang awannya dikelilingi sinar.

Di tengah-tengah awan nampak beberapa makhluk berkepala empat bertubuh manusia. Masing-masing kepala makhluk tersebut menghadap sisi yang berbeda. Muka manusia di bagian depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di bagian belakang.

Masing-masing makhluk tersebut bersayap empat yang di bawah sayapnya terdapat tangan seperti tangan manusia. Kuku kakinya seperti kuku lembu berwarna seperti tembaga yang baru digosok. Sedang di atas kepalanya terbentang seperti ada hablur es yang berkilau.

Empat makhluk tersebut berjalan maju atau mundur atau ke samping tanpa membelokkan badan. Makhluk tersebut sangat besar sehingga kalau sayapnya dikepakkan suara kepakannya seperti suara air terjun yang menderu-deru.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-92)

Di samping mereka, terdapat kereta beroda berkilau seperti permata pirus yang selalu mengikuti pergerakan makhluk tersebut baik ketika sedang berjalan ke depan, mundur maupun bergerak naik dan turun. Di atas kereta terdapat tahta seperti lazurite dan di atasnya duduk sosok seperti manusia yang pada bagian pinggang ke bawah terlihat api dikelilingi sinar.

Awan dan cakrawala disekitar makhluk tersebut seperti bara api yang menyala dan menjilat njilat ke angkasa. Gerakan makhluk tersebut bersama kereta disampingnya menjadi suatu pemandangan yang memunculkan suara yang menggetarkan bagi yang melihatnya.

Suatu pemandangan yang luar biasa yang hanya bisa dilihat oleh seeorang Nabi. Melihat pemandangan seperti itu, imam Yehezkiel kemudian sujud menyembah Allah. Kemudian didengarnya suara Allah yang memerintahkannya berdiri, karena Allah akan menyampaikan firman-Nya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-91)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here