Gotong Royong Relawan dan Masyarakat Pulihkan Akses Desa Terputus di Bireuen

Gotong Royong Relawan dan Masyarakat Pulihkan Akses Desa Terputus di Bireuen
Anak anak sekolah menggunakan jembatan darurat yang dibangun masyarakat dan relawan.

Bireuen, Muslim Obsession —Upaya pemulihan pasca banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen terus dilakukan. Salah satunya melalui pembangunan jembatan gantung darurat yang dikerjakan secara bersama oleh relawan dan masyarakat terdampak guna mengatasi terputusnya akses antar wilayah.

Jembatan darurat ini dibangun di Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, yang kini kembali terhubung dengan Dusun Barona, Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang sebelumnya membuat warga kesulitan beraktivitas dan membahayakan keselamatan saat menyeberang sungai.

Kondisi pasca bencana menunjukkan bahwa sejumlah akses desa masih terisolasi, terutama di kawasan pelosok. Situasi tersebut berdampak pada lambatnya penyaluran bantuan, terganggunya layanan kesehatan, serta terhambatnya aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Pengerjaan jembatan gantung darurat ini diselesaikan dalam waktu tiga hari melalui kerja sama lintas relawan dan dukungan penuh masyarakat setempat. Relawan yang terlibat antara lain dari Vertical Rescue Indonesia, Sabhawana SMA 3 Jakarta, Tim Peduli, serta warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Relawan Tim Peduli, Eko Sulistio, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan solusi cepat untuk menjawab kebutuhan mendesak warga pasca bencana.

“Jembatan ini dibangun agar bantuan kemanusiaan bisa segera masuk ke dusun-dusun terdampak. Selain itu, akses evakuasi ke fasilitas kesehatan menjadi lebih cepat, dan anak-anak SD serta SMP dapat kembali bersekolah dengan aman karena menyeberangi sungai berarus deras sangat berisiko,”jelas Eko Sulistio.

Selain mendukung distribusi bantuan dan akses pendidikan, keberadaan jembatan darurat juga memberikan dampak positif terhadap pemulihan ekonomi warga, khususnya dalam memperlancar pengangkutan dan penjualan hasil pertanian dan perkebunan seperti kemiri, jagung, cokelat, kelapa, manggis, durian, duku, pinang, hingga kelapa sawit.

Masyarakat menyambut baik pembangunan jembatan darurat ini dan berharap akses bantuan semakin mudah, anak-anak dapat kembali belajar secara normal, serta roda perekonomian desa perlahan pulih. Warga juga berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.

Kolaborasi relawan dan warga ini menjadi gambaran nyata semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi dampak bencana, sekaligus langkah awal menuju pemulihan kehidupan masyarakat terdampak di Kabupaten Bireuen.



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group