Gubernur Jakarta Salat Jumat Bersama Komunitas Muslim Tionghoa, Serian: Untuk Memperkuat Sinergi dan Ukhuwah

Gubernur Jakarta Salat Jumat Bersama Komunitas Muslim Tionghoa, Serian: Untuk Memperkuat Sinergi dan Ukhuwah
Serian dan Ali Karim Oei mendampingi Gubernur Pramono (atas) ramah tamah usai solat Jumat berjamaah (bawah). (Foto Dok. Istimewa)

Muslim ObsessionKebersamaan yang hangat terlihat saat Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung, melaksanakan salat Jumat bersama komunitas Muslim Tionghoa di Masjid Lautze, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan pemerintah daerah dengan tokoh-tokoh masyarakat dalam suasana yang cair dan penuh keakraban.

Gubernur hadir didampingi Wali Kota Jakarta Pusat, Dani Sukma, serta jajaran Pemprov Jakarta. Sementara dari kalangan Muslim Tionghoa tampak sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa IndonesiaSerian Wijatno, Ketua Yayasan Haji Karim Oey Pusat Ali Karim Oei, serta tokoh muda Abdurrahman Ong.

Usai salat, suasana semakin hangat ketika seluruh peserta duduk bersama menikmati hidangan makan siang sederhana dalam satu nampan. Momen ini terasa lebih dari sekadar seremoni, melainkan simbol kedekatan dan kebersamaan lintas latar belakang.

Menurut Serian Wijatno, pertemuan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga bentuk komitmen bersama antara komunitas Muslim Tionghoa dan Pemerintah Provinsi Jakarta dalam membangun kota yang inklusif dan sejahtera. Ia menegaskan bahwa kebersamaan seperti ini penting untuk memperkuat ukhuwah, baik dalam konteks keislaman maupun kebangsaan.

“Komunitas Muslim Tionghoa bisa menjadi jembatan persaudaraan yang membawa nilai dakwah yang moderat, sekaligus menunjukkan bahwa menjadi Muslim yang taat berjalan seiring dengan kecintaan pada tanah air,”ujarnya.

Serian menyerahkan peci khas PITI kepada Gubernur didampingi Devaro dan Abdurrahman Ong (atas). Bersama Walikota Jakarta Pusat beserta jajaran dan sejumlah tokoh Muslim Tionghoa Indonesia. (bawah).
Serian menyerahkan peci khas PITI kepada Gubernur didampingi Devaro dan Abdurrahman Ong (atas). Bersama Walikota Jakarta Pusat beserta jajaran dan sejumlah tokoh Muslim Tionghoa Indonesia. (bawah).

 

Serian juga menekankan bahwa keberadaan organisasi seperti PITI menjadi cerminan keberagaman yang saling menguatkan. Selain aktif dalam kegiatan sosial, komunitas ini juga terus mengembangkan aktivitas dakwah melalui pengajian dan pembinaan, termasuk bagi para mualaf agar dapat berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Di sisi lain, ia memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Pramono Anung yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan stabilitas sosial. Pendekatan yang inklusif disebut menjadi kunci terciptanya suasana Jakarta yang lebih harmonis bagi seluruh warganya.

Ke depan, komunitas Muslim Tionghoa menyatakan siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan Jakarta yang semakin kompleks.

Hal senada disampaikan Ali Karim Oei sebagai tuan rumah yang bersyukur atas terselenggaranya silaturahmi dengan lancar. Optimisme juga datang dari generasi muda, seperti Abdurrahman Ong, yang melihat momentum ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat kebersamaan.

Baginya, kebersamaan ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan Jakarta yang rukun, inklusif, dan penuh kemaslahatan. (HRu)



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group