Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-93)

VII. Nabi Ilyas, Ilyasa, Yunus, Penghancuran Haikal Sulaiman (Masjidil Aqsha), Bani Israel Terjajah dan Diperbudak Lagi.

129
Lukisan penghancuran Yerusalem oleh Nebukadnezar, dan bangsa Yahudi dibawa ke Babilonia untuk diperbudak. (Sumber: Intisari.grid.id)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Tembok benteng, istana dan Haekal Sulaiman (Masjidil Aqsha) berubah bentuk menjadi onggokan-onggokan dan serakan batu yang bertebaran. Harta istana, Bait EL maupun orang-orang kaya baik berupa emas, perak dan perunggu dijarah.

Semua peralatan istana maupun peribadatan masjidil Aqsha yang besar maupun yang kecil kecil berupa perlengkapan perjamuan yang terbuat dari logam berharga dari emas dan perak di bawa ke Babilonia. Demikian pula peralatan tentara juga dijarah. Penduduk Yerusalem laki dan perempuan yang kuat digiring ke babilonia dan akan diperbudak di sana.

Ketika penghancuran Haekal Sulaiman, tidak diketahui bagaimana dan dimana keberadaan Tabut Taurat. Tentara Babilonia tidak nampak membawa tabut Taurat. Kitab Nabi Musa tersebut hilang tidak ada yang mengetahui dibawa oleh siapa dan dibawa ke mana.

Yerusalem diserahkan kepada orang-orang tua untuk memelihara anak anak. Petani petani miskin tetap ditinggal untuk mengerjakan sawah dan ladang agar tetap tersedia bahan makanan. Nebuzaradan mensisakan beberapa ratus orang bekas tentara untuk membantu kehidupan di Yerusalem.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-92)

Tentara Babilonia segera mengejar Zedekia dan keluarganya serta para imam bait Sulaiman. Imam kepala dan imam kedua Bait EL Sulaiman, yaitu Seraya dan Zefanya, panglima pasukan Yudea dan pegawai tinggi istana serta beberapa puluh tentara yang bersama mereka tertangkap di kota Ribla di wilayah Hamath, semuanya dibunuh di Ribla. Sedang Zedekia akhirnya dapat terkejar dalam keadaan telah ditinggalkan oleh tentaranya.

Hukuman untuk Zedekia sangat berat. Dia harus menyaksikan anak anaknya dan keluarganya disembelih didepannya setelah itu matanya dicungkil, kemudian dibelenggu dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babilonia. Keturunan Nabi Dawud mengakhiri kekuasaannya di kerajaan Yudea secara tragis, dibunuh, ditawan dan diperbudak.

Peristiwa penghancuran Yerusalem oleh kemarahan Babilonia terhadap kerajaan Yudea tersebut tercatat pada tahun 587 SM. Nebukadnezar mengangkat Gedalya sebagai penguasa kota Yerusalem. Namun beberapa bulan menjadi penguasa, ketika Gedalya dikawal beberapa tentara Khaldea berada di Mizpa, secara tak terduga dibunuh oleh orang yang bernama Ismael bin Netanya bin Elisama bersama sepuluh orang pengikutnya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-91)

Zedekia melihat terlebih dahulu keluarganya dibunuh semua, kemudian dirinya dicungkil matanya dan dibawa ke Babilonia. (Sumber: Alkitab SABDA)

Ismael bin Netanya adalah keturunan raja. Setelah pembunuhan itu, Ismael bersama pengikutnya yang juga diikuti bekas tentara Yudea dan rakyat Yerusalem laki laki, perempuan dan anak anak pergi ke wilayah Mesir menghindari pengejaran tentara Khaldea.

QS. Al-Isra’: 4-7 menyebutkan bahwa Bani Israel membuat kerusakan dua kali dan dihukum Allah dua kali. Penghancuran Haekal Sulaiman atau Masjidil Aqsha oleh Babilonia adalah hukuman penghancuran yang pertama kali, sehingga penghancuran oleh Nebukadnezar II dapat ditejemahkan sebagai hukuman Allah yang pertama.

Sebelumnya, belum ada kisah pada suatu bangsa yang ketika kalah perang kemudian puluhan ribu penduduknya dibawa pergi dari negerinya untuk diperbudak di negeri orang yang memenangkan peperangan.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-90)

Bani Israel, baik dari kerajaan Israel Samarian maupun kerajaan Yudea mungkin yang pertama kali mengalami hal itu. Namun karena di perbudak di kota kota Asyiur dan Babilonia, kemudian terdapat orang-orang Israel merantau melalui wilayah Midian menuju banyak wilayah di asia tengah, dan ada yang pergi lebih jauh melintasi pegunungan kaukasus hingga sampai ke Rusia.

Ada pula yang dari dari Niniveh lalu ke Urartu kemudian ke wilayah Cimmeria lalu wilayah Phrygia dan terus ke eropa hingga mencapai daratan britania. Sedang yang melarikan diri dari Yudea ke wilayah Mesir akhirnya menjadi diaspora di banyak negara afrika. Bangsa Israel setelah kejatuhan negerinya kemudian terus ditindas.

Dalam waktu yang panjang kemudian menjadi suatu bangsa yang mempunyai diaspora dalam jumlah besar di banyak negara. Namun hingga kini sulit dilacak bagaimana Bani Israel melakukan perjalanan perantauannya ke banyak wilayah negara. Mungkin semua negara di eropa, asia tengah dan timur tengah hingga ke negara negara afrika bagian selatan mempunyai penduduk yang berasal dari Israel dan Yudea.

BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here