Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-102)

VII. Nabi Ilyas, Ilyasa, Yunus, Penghancuran Haikal Sulaiman (Masjidil Aqsha), Bani Israel Terjajah dan Diperbudak Lagi.

176
Makam Cyrus II (Koresh Agung) di Pasargadae Iran. Makam ini menjadi situs warisan dunia UNESCO sejak 2006. (Sumber: alamy)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

i. Pemulangan Kaum Yudea, Pembangunan Ulang Haekal Sulaiman dan Penyatuan
Kembali Wilayah Israel.

Pada tahun pertama di Babilonia, sejak awal Koresh II menunjukkan visi yang berbeda dari raja raja sebelumnya tentang memperlakukan wilayah taklukkan, demikian pula terhadap wilayah Semit Barat.

Langkahnya untuk wilayah itu, sesuai dengan ramalan Nabi Yeremia. Dia menghormati kota suci dan bait suci bangsa Israel dan Yudea, sebagaimana dirinya menghormati dewa Babilonia.

Diumumkannya kepada Bani Israel dan kaum yudea di banyak wilayah kerajaannnya bahwa dirinya akan memulangkan sebagian dari mereka untuk membengun kembali Yerusalem dan Bait EL Sulaiman. Kebijakan itu tentu sangat disambut gembira oleh Bani Israel dan yudea di Babilonia dan dari kota-kota sekitarnya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-101)

Kepulangan ini akan menjadi suatu perjalan bersejarah bagi mereka yang akan diikuti oleh kepulangan kepulangan berikutnya. Atas jasa jasanya bagi Bani Israel dan yudea, kemudian Jurdehty Koreshy (Koresh Agung atau Koresh II) diberi gelar sebagai Crestos. Koresh II adalah satu-satunya orang yang bukan ketutunan Nabi Ya’qub yang mendapatkan gelar Crestos.

Perlu waktu yang cukup lama untuk menyusun daftar mereka yang akan dipulangkan terlebih dahulu. Kitab Ezra 2 (Uzair) meriwayatkan penetapan rombongan pemulangan Bani Israel dan bani-bani Yudea dari puak puak suku keturunan Bani Yehuda, Bani Benyamin dan Bani Lewi.

Para imam Taurat untuk bait EL Sulaiman berasal dari Bani yedaya 973 orang, Bani Imer 1052 orang, Bani Pasyhur 1247 orang, Bani Harim 1017 orang, Bani Hodawya 74 orang. Sehingga total golongan imam Haekal Sulaiman sebanyak 4.363 orang. Petugas peribadatan di Haekal Sulaiman dari golongan penyenandung ibadah dari Bani Asaf sebanyak 128 orang.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-100)

Penjaga Haekal Sulaiman dari Bani Salum, Bani Ater, Bani Talmon, Bani Akub, Bani Hatita, Bani Sobai berjumlah 139 orang. Pelayan di Haekal Sulaiman terdiri dari banyak Bani berjumlah 392 orang. Total petugas, penjaga dan pelayan Haekal Sulaiman sebanyak 659 orang.

Sedang masyarakat Israel terdiri dari 18 Bani sebanyak 15.604 orang dan masyarkat yudea terdiri 15 Bani dan penduduk asal kota kota Yudea sebanyak 8.540 orang. Sedang orang-orang Israel yang tidak dapat menyatakan asal Baninya sebanyak 652 orang.

Orang-orang yang berasal dari keluarga imam namun tidak bisa menerangkan asal usulnya sebanyak 42.360 orang dan keluarga Bani golongan imam namun beristri bukan dari keluarga imam sebanyak 7.337 orang. Pada keluarga golongan ini juga terdapat 736 orang penyenandung ibadah.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-99)

Dengan demikian jumlah rombongan Bani Israel dan Bani Israel dan Yudea sebanyak 80.251 orang. Rombongan ini dipimpin oleh Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Mereka berangkat dengan membawa kuda 736 ekor, 245 ekor bagal, 435 ekor unta dan 6.720 ekor keledai.

Cyrus II yang dikenal dengan nama persianya yaitu Jurdehti Koreshy atau Koresh Agung, membekali mereka dari harta Bani Israel dan kaum yudea yang sebelumnya diambil dari istana kerajaan dan Haekal Sulaiman serta mengembalikan peralatan peribadatan di Haekal Sulaiman, berupa 30 bokor emas, 1000 bokor perak, 29 pisau, 30 piala emas, 410 piala perak, 1.000 buah barang barang lainnya.

Bani Israel dan kaum Yudea yang tidak ikut dipulangkan wajib memberikan sebagian hartanya untuk pembangunan kota dan Haekal Sulaiman. Dari sumbangan itu terkumpul 61.000 dirham emas, 5.000 mina perak dan seratus helai kemeja imam. Semua barang barang dan sumbangan tersebut berada dalam pengawasan Sezbazar.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-98)

Sebuah perjalanan yang cukup panjang, melintasi gurun pasir untuk mengambil rute yang tidak menarik perhatian dengan jarak terdekat. Tidak melintasi kota kota besar yang bisa menimbulkan kegaduhan karena besarnya rombongan. Dengan rombongan yang besar, perjalanan menjadi lambat dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sampai ke negeri asal.

Ketika sampai di wilayah kerajaannya, mereka terlebih dahulu kembali ke kota asal usul keluarga masing masing. Kedatangan rombongan besar dengan kuasa dan ijin dari Koresh II untuk kembali menempati kota kota dan membangun kembali Haekal Sulaiman dan menjadikan Zerubabel sebagai raja (satrap, setingkat bupati) di yerusalem, dengan segera menggairahkan kehidupan kota kota Bani Israel.

Meskipun ada rasa takut dari penduduk yang ada di Yerusalem, namun karena berbekal kuasa dari Koresh II, maka kedatangan mereka tidak menimbulkan gesekan yang besar dengan penduduk. Pada bulan ke tujuh setelah kedatangannya, Zerubabel kemudian membangun mezbah untuk menyembelih kurban bakaran.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-97)

Tiba-tiba datang kabar yang mengejutkan dari Persia bahwa Koresh II tidak diduga meninggal dalam peperangan kecil yang dinilai tidak akan membahayakan kerajaan melawan suku suku kecil pegunungan diseberang sungai Oxus di bagian timur Laut Aral, yang merupakan bagian dari wilayah bangsa Scythia.

Peperangan melawan suku Massagetae, suku kecil yang dikenal bengis. Koresh II meninggal dengan dipenggal kepalanya, kemudian dimasukkan ke dalam kantung kulit tempat anggur dan diserahkan pada prajurit persia yang kemudian mencari tubuh Koresh II dan disatukan kembali dengan kepalanya dan dibawa pulang ke Pasargadae untuk dikuburkan disana.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 530 SM. Putra mahkota kerajaan kemudian diangkat menggantikan Koresh II yang kemudian menggunakan gelar Kambises II.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-96)

Raja Persia yang baru ini kemudian memindahkan ibu kota kerajaan dengan membangun kota lama yaitu kota Elamite yang sebelumnya adalah ibu kota kerajaan Susa. Kambises II membangun Angkatan Laut untuk memperkuat tentaranya.

Empat tahun membangun armada Angkatan lautnya, kemudian digerakkan ke Mesir untuk merebut wilayah tersebut. Kambises II yang ditemani pemimpin pengawal pribadinya yaitu Darius orang Media, bersama tentara daratnya kemudian menyusul angkatan lautnya.

Kambises II berhasil menaklukkan Mesir yang saat itu raja Fir’aun adalah Psammetichus III. Kambises II kemudian mengangkat seorang gubernur di Mesir mewakili kerajaan Persia.

BERSAMBUNG

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here