Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-98)

VII. Nabi Ilyas, Ilyasa, Yunus, Penghancuran Haikal Sulaiman (Masjidil Aqsha), Bani Israel Terjajah dan Diperbudak Lagi.

168
Lukisan Harpagus membawa bayi Koresh Agung diberikan penggembala kambing. (Sumber: The Historian’s Hut)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Astyages masih berharap akan mendapatkan anak laki-laki dari istri-istrinya. Namun rasa khawatirnya membuat Asytiages mengambil anaknya yang sedang hamil dibawa pulang ke istana Midia di kota Ekbatana ibu kota Midia. Ternyata Mandane melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Koresh atau Cyrus, mengikuti nama ayah suaminya.

Segera Asytiages memanggil perwira utamanya yang juga sepupunya yaitu Harpagus. Ditugasinya Harpagus untuk membunuh Koresh dengan berharap semuanya akan berpura pura mengatakan bahwa Koresh meninggal ketika masih bayi.

Harpagus menerima tugas dengan berat hati karena jika pembunuhan itu diketahui orang lain dan dirinya yang membunuh, maka Astyages akan mengingkari perintahnya kepadanya sehingga dirinya harus menanggung hukuman mati justru dari Asytiages sendiri untuk membersihkan keterlibatan Asytiages.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-97)

Harpagus berpikir bawa anak itu harus mati tetapi bukan dari tangannya tetapi dari tangan yang dapat menunjuk ke arah Asytages. Harpagus kemudian menyerahkan Koresh kepada penggembala ternak milik Asytiages dengan pesan rahasia dari Asytiages.

Namun secara tak terduga, penggembala itu justru bersyukur karena istrinya baru saja kehilangan bayinya laki-laki yang meninggal. Dibawanya pulang Koresh, dan dilaporkannya kepada Harpagus dengan menunjukkan kubur bayi anak laki-lakinya sendiri. Kemudian Harpagus melaporkan kepada Asytiages bahwa perintahnya sudah dilaksankan.

Mandane menerima kabar kematian anaknya dengan sedih, dan beberapa saat kemudian oleh Asytiages dipulangkan ke Anshan diserahkan kembali kepada Kambises.

Di Babilonia, Kitab Danil 4 mengisahkan, suatu saat Nebukadnezar digelisahkan oleh mimpinya lagi yang kemudian memanggil Nabi Danil untuk menanyakan makna mimpinya. Dia melihat pohon pohon yang besar yang semakin lama semakin besar dan tinggi hingga menggapai langit.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-96)

Bermacam-macam binatang bernaung dan hidup di pohon tersebut. Bersarang baik di batang, cabang, dahan, ranting. Demikian pula dibawah pohon, banyak binatang bernaung. Buah dan daunnya menjadi makanan bagi binatang binatang itu.

Kemudian dilihatnya seorang kudus turun dari langit memerintahkan penebangan pohon itu, dan memotong motong batang, cabang, dahan dan ranting pohon, namun tunggulnya dibiarkan tertinggal dan terikat di dalam tanah biar sehingga dibasahi embun dari langit dan mendapatkan bagian makanannya dari tanah bersama sama binatang yang tersebar mendapatkan makan dari rerumputan.

Dibiarkannya keadaan pohon itu hingga berjalan tujuh masa. Orang yang kudus menunjukkan yang demikian itu agar hati manusia berubah dan mengerti bahwa Yang Maha Tinggi berkuasa atas manusia dan semuanya dan memberikan kerajaan manusia kepada siapa saja yang dikehendakinya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-95)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here