Nabi Muhammad ﷺ, Contoh Teladan Terbaik

222

Oleh: Madropi (Unsur Ketua MUI Kota Bogor)

لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنه

“Sungguh terdapat pada diri Rasulullah contoh teladan yang baik,” (QS. Al-Ahzab: 21).

Dilihat dari ilmu asalibul lughatul a’rabiya atau ilmu mubalaghah dalam bahasa santri, linguistik (bahasa akademisi), kata قد masuk ke dalam fiil madhi. Adapun كان memiliki makna sungguh-sungguh, terlebih sebelumnya terdapat huruf ا sebelumnya menujukan taukid, yang artinya: “Sungguh benar terjadi pada diri Rasulullah contoh teladan yang baik”.

Ayat ini turun berkenaan dengan perang Ahzab/Khandak, di mana Rasulullah dalam peperangan melawan musuh teruji kesabarannya sampai perutnya diganjal dengan batu.

Seorang penulis barat bernama Michael H Hart dalam bukunya 100 Tokoh Pemimpin Dunia, menempatkan Rasulullah pemimpin pertama terbaik dunia.

Menurutnyta, Rasulullah sukses membangun bangsa hanya dalam tempo 23 tahun dengan menyatukan keragaman berbagai suku dan agama dalam satu tatanan Madinatul Munawaroh, sebuah kota yang bersinar terang.

Rasulullah Mampu mengeluarkan manusia من الظلمات الي النور dari kegelapan menuju cahaya terang benderang. Lalu, bagi siapakah Rasulullah menjadi contoh teladan yang baik?

1- Bagi orang yang berharap berharap berjumpa dengang Allah (لمن كان يرجوا الله)

Orang yang berharap berjumpa dengan Allah ialah orang yang ingin bertemu dengan Tuhannya sehingga banyak beramal shaleh, tidak menyekutukannya, dan beribadah hanya mengharap kepada Allah SWT.

2- Orang yang beriman kepada hari akhir (واليؤم الاخر)

Siapakah orang yang beriman kepada hari akhir itu? Yaitu orang yang meyakini bahwa seluruh alam semesta berikut isinya akan hancur dan setelah itu manusia akan memasuki beberapa alam:

a) Alam Barzah, yaitu alam penantian di mana seluruh manusia akan dibangkitkan. Orang-orang kafir mengatakan, “apakah kami setelah menjadi tanah dan tulang belulang akan di bangkitkan kembali? Allah berfirman: Katakan Muhammad, orang yang pertama sampai orang yang terakhir mereka akan dibangkitkan kembali sekalipun sudah berubah menjadi tanah dan tulang belulang.

Walau tanahnya sudah berubah dan terbawa ke mana-mana, begitu pula tulang belulangnya sudah hancur dan tidak kelihatan lagi, bagi Allah urusan mudah untuk mengembalikan. Mereka akan dibangkitkan pada waktu yang telah ditentukan.

b) Alam Mahsyar, yaitu alam di mana seluruh umat manusia digiring pada suatu tempat bernama Padang Mahsyar. Pada saat itu manusia hanya terbagi dua golongan. Golongan pertama, manusia bermuka putih berseri-seri itulah orang yang dapat Rahmat Allah. Golongan kedua, manusia yang bermuka hitam pekat, itulah mereka kafir setelah mereka beriman kepada Allah.

c) Alam Hisab, yaitu alam dihitung dan diperlihatkannya seluruh amal perbuatan manusia. Semua tertulis dalam kitab yang telah ditulis oleh malaikat Roqib dan ‘Atid pada kitab Illiyyin dan kitab Sijjin. Tak ada satupun yang tertinggal, sekecil apapun kebaikan/keburukan semuanya akan nampak di perlihatkan di hadapan masing-masing manusia.

d) Alam Mizan, yaitu alam ditimbangnya seluruh kebaikan dan keburukan dengan seadil-adilnya. Adapun orang yang berat timbangan kebaikannya maka mereka akan mendapat Ridha Allah SWT. Sedang orang yang berat keburukannya ketika ditimbang mereka akan dilemparkan terlebih dahulu pada neraka Hawiyah yang apinya menyala-nyala.

e) Alam Shirot, yaitu alam di mana seluruh manusia digiring pada suatu tempat untuk menyeberangi jalan Shiratal Mustaqim, pada saat itu mereka tidaklah berbicara kecuali: “Ya Allah tolonglah, Ya Allah tolonglah”. Sementara itu terbentang jembatan menuju surga yang di bawahnya api neraka. Jika mereka sanggup menyebrangi mereka akan masuk surga, sebaliknya jika tidak mereka akan memasuki api neraka.

3- Orang yang banyak mengingat Allah (وذكرالله كثيرا)

Orang yang banyak mengingat Allah, yaitu mereka yang disebut Ulil Albab. Mereka banyak mengingat Allah, baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun dalam keadaan berbaring, mereka senantiasa memikirkan ciptaan Allah baik yang ada di langit maupun di bumi seraya mereka berdoa: “Ya Allah apa yang telah engkau ciptakan di muka bumi tidak ada satupun yang sia-sia”.

Semoga kita semua termasuk ketiga golongan tersebut dan dapat mencontoh keteladanan Rasulullah ﷺ. Aamiin ya robbal a’lamin.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here