Kopi Sehat UBM: Nasib Negeri Bertauhid

196

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam (LKPI))

AKAN jadi apakah negeri berketuhanan Yang Maha Esa ini besok? Belum lama, Pancasila sudah diobok-obok dengan Trisila bahkan Ekasila yang berujung pada ketuhanan yang berkebudayaan, langkah ini nyaris sempurna.

Sebelumnya, syariat dan ajaran Islam di negeri berpenduduk mayoritas Muslim bahkan terbesar di dunia (konon turun sekarang di bawah India) seperti monster yang menakutkan. Bahkan dianggap radikal, teroris dan sematan buruk lainnya.

Sebelumnya diduga ada oknum ulama bahkan guru besar berpengikut besar, menganggap bahasan aqidah dianggap sebagai biang radikalisme dan terorisme. Wal’iyàdzubilláh!

Semakin parah lagi ini, semoga tidak benar, agama dianggap buatan manusia. Entahlah agama yang di maksud itu agama apa? Jika Islam, maka tentu kita menolak dengan tegas dan berani berhadapan langsung dengan yang menyebutkan itu!

Ini bukan guyonan recehan buat dapatkan jabatan dan recehan dunia! Ini menyangkut muruah dan kehormatan kita sebagai Muslim bahkan manusia!

Innal hayáta–‘aqïdatun wa jihád! Sesungguhnya hidup ini adalah aqidah dan jihad. Jika tak ada keduanya, maka kita hanyalah onggokan kotoran yang diselumti fatamorgana dunia. Tak layak lagi akhir hayatnya ditakbirkan empat kali! Wal’iyádzu billáh!

Belum reda semua itu, diduga di markas penjaga keamanan dan kementerian yang mengurusi agama malah menjadi lahan subur penodaan, fitnah bahkan perusakan sendi-sendi pokok agama.

Mulai dari Rasûlullâh tidak pernah merasa benar, Islam agama belum dan tidak akan pernah sempurna sehingga perlu terus disempurnakan, Ummu Al-Babâib Fâthimah Az-Zahrâ disebut wafat kejepit pintu atas dobrakan para sahabat sampai pada para sahabat yang mulia radliyallâhu ‘anhum tertuduh murtad, Khalifah Umar bin Khaththab dianggap seperti Hitler dan masih banyak lagi yang membingungkan dan menyakitkan para Muslim yang waras dan sadar. Innâlillâh…

Mau sampai kapan ini terus ada dan seolah dibiarkan dan difasilitasi keberadaanya? Di tengah rakusnya oknum menteri yang seolah menteri segala urusan yang mengambil keuntungan berlipat ganda di tengah penderitaan dan ‘penjajahan’ berbaju pembatasan dan penyekatan ala PPKM, ternyata Islam khususnya diduga didegradasi secara terstruktur, sistematis dan massif. Allâhumma sallimná wal muslimîn.

Sampai kapan semua ini dibiarkan atau malah menjadi dugaan banyak pihak merupakan bahagian dari persyaratan memperpanjang dan melanggengkan kekuasaan para oligarki?

Na’ûdzubilláh, semoga tak sampai ke sana!

اللهم احفظ وسلم بلدنا اندونيسيا من المنافقين الهالكين

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here