Hentikan Sekarang Juga! Ini 4 Dampak Buruk Suka Bentak Anak

334
Ilustrasi Orangtua Memarahi Anak

Muslim Obsession – Jika Anda sering membentak anak Anda, hentikan sekarang! Berteriak berdampak buruk bagi perkembangan dan otak anak Anda.

Mungkin kita sering meneriaki anak yang kita anggap bandel. Saat anak disuruh makan, tidak mau membereskan mainannya, atau saat anak bermain hingga bajunya kotor semua biasanya menjadi alasan orangtua untuk membentaknya.

BACA JUGA: 6 Hak Anak dalam Pandangan Islam, Apa Saja?

Namun perilaku ini akan mempengaruhi otak anak. Menurut Dokter Amir Zuhdi, dokter otak dari Neuroscience Indonesia, dalam situs nationalgeographic.co.id, dikutip Jumat (21/1/2022) teriakan orangtua jelas menakuti anaknya.

Timbulnya rasa takut akan membuat tubuh anak memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Tingginya hormon kortisol dalam tubuh akan memutuskan koneksi neuron di otak. Nah, dampak lebih lanjut, neuron di otak anak lebih cepat mengalami kematian atau apoptosis.

BACA JUGA: Bisa Diamalkan, Ini Doa Nabi Ibrahim Agar Dikarunia Anak Shalih

Jika demikian, apa yang akan terjadi pada anak Anda?

Terputusnya neuron di otak anak yang menyebabkan gangguan neuron akan membuat emosi anak Anda terganggu.

“Bagian otak anak yang tumbuh pertama kali adalah bagian yang berhubungan dengan emosi, dan bagian terbesar dari bagian itu adalah rasa takut,” kata Dokter Amir.

Masih menurut Dokter Amir, berikut empat hal yang akan terjadi pada anak Anda jika sering dibentak:

1. Anak sulit mengambil keputusan

Anak yang sering diteriaki orangtuanya akan cenderung lebih takut. Hal ini membuat anak akan selalu ragu untuk mengambil keputusan atau melakukan sesuatu.

Anak Anda takut untuk bertindak karena dia takut dimarahi oleh Anda jika keputusan atau tindakan yang Anda anggap salah.

2. Kurang percaya diri

Ketakutan yang sering ia rasakan saat Anda membentaknya membuat anak Anda lebih memilih untuk diam. Mereka enggan mengambil inisiatif dan kurang percaya diri dalam melakukan sesuatu karena takut dimarahi.

3. Sulit menerima informasi

Ketakutan semacam ini bisa membuat sambungan saraf di otak anak Anda putus. Putusnya koneksi ini berdampak pada kelancaran penerimaan dan penyimpanan informasi yang mereka terima.

4. Sulit untuk membuat rencana

Si kecil akan selalu ragu untuk membuat rencana yang akan dilakukannya. Mereka akan merasa dikekang oleh orangtuanya karena takut dimarahi.

Anak akan cenderung menerima apapun yang diinginkan orangtuanya karena tidak mau dibentak.

“Ketika anak-anak membuat kesalahan, beri mereka pengertian tanpa membentak mereka. Nasihat lembut yang mereka terima akan membuat anak Anda merasa nyaman,” ujarnya.

Anak juga akan lebih mudah menerima nasihat Anda tanpa merasa tertekan dan kecewa.

Jadi, mulai sekarang, berhenti membentak mereka dan jangan gunakan nada tinggi saat berbicara dengan anak. Anak-anak akan lebih bersemangat dan bisa tumbuh dengan gembira. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here