Halimah, Jujur dan Hebat!

208
Halimah, pekerja cleaning service Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Foto: detik)

Oleh: Sahrudi (Wartawan Senior)

Ada rasa bangga ketika membaca berita tentang Halimah (36), seorang pekerja cleaning service Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang menemukan tas tangan merek Montblanc saat menyapu di ruang tunggu Central Coridor Departure Terminal 2 E Bandara.

Alih-alih menyimpan tas itu dibawa pulang, dia justru menyerahkannya kepada petugas Aviation Security (Avsec). Halimah tidak khilaf dengan tas tangan bermerek mahal yang dia pergoki. Baginya, melaporkan serta menyerahkan temuannya kepada petugas adalah langkah yang harus dilakukan.

Kemudian, dihadapan para petugas Avsec, tas itu pun dibuka. Isinya? Empat buku tabungan dari bank yang berbeda, paspor, stempel, dan dua lembar cek!

“Satu masih kosong, tapi sudah ditandatangani, satu lagi sudah diisi nominal Rp35,9 miliar sudah ditandatangani dan distempel,” kata General Manager Wilayah I PT Angkasa Pura Solusi, Toyib Fanani, seperti dikutip Tempo.

Wow, nominal yang luar biasa! Tapi, lagi-lagi itu tak bikin perempuan kelahiran Desa Bojongrenged, Teluk Naga, Tangerang (tak jauh dari Bandara Soekarno Hatta), ini gelap mata.

Ternyata, penemuan tas itu bukan pertama bagi ibu dua anak yang suaminya seorang satpam ini. Jauh sebelumnya, Halimah yang sudah 10 tahun bekerja di bandara sudah sering menemukan barang-barang berharga milik penumpang yang tertinggal dan lalu dia serahkan ke petugas Avsec.

Jadi Halimah mengaku tidak kaget saat menemukan tas yang ternyata berisi cek bernilai miliaran rupiah itu.

“Saya terharu, bangga juga karena sudah bisa jujur dalam bekerja,” ujarnya kepada media.

Pesan moral dari apa yang dilakukan Halimah, ini adalah bahwa siapapun bisa berlaku jujur. Seorang petugas kebersihan biasa, bisa menjadi contoh positif dan inspiratif bagi siapapun. Bandingkan dengan seorang koruptor yang secara kasat mata tampil penuh kehormatan, dekat dengan kekuasaan tapi tak mampu menahan godaan.

Halimah, bisa saja menyembunyikan barang mahal yang ditemukannya. Tapi dia tahu itu bukan haknya. Sementara para koruptor tahu apa yang dilakukannya itu haram tapi tak kuasa untuk tidak melakukan.

Karenanya, kita geram ketika melihat para koruptor yang tertangkap masih bisa tersenyum saat disorot televisi.

Tapi, kita bangga dan bahagia ketika melihat Halimah tersenyum saat perusahaan tempat dia bekerja yakni PT Angkasa Pura Solusi menaikkan jabatannya menjadi supervisi cleaning service lantaran kejujurannya itu. Karena dia berani jujur dan hebat! **

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here