Gus Yahya Tak Haramkan Warga NU Pilih PAN, Muhaimin: Saya Yakin Tetap Pilih PKB

177
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: dpr ri)

Surabaya, Muslim Obsession – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tak mau menanggapi serius soal pernyataan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang tidak melarang warga Nahdlatul Ulama (NU) memilih PAN.

Politikus yang akrab disapa Cak Imin itu menyebut sejak dulu PBNU ada atau diisi semua partai. “Ya biasa aja, itu kan sama dari dulu ya, begitu emang. Nggak ada yang baru,” kata Cak Imin usai acara Menjemput Pesan Kampus di Universitas Trunojoyo Madura, Rabu (22/2/2023).

Cak Imin mengungkapkan, di era kepemimpinan KH Said Aqil, kepengurusan PBNU tak hanya diisi PKB. Ada beberapa partai selain PKB yang masuk kepengurusan.

“Jadi biasa aja itu, dulu Kiai Said PBNU-nya ada yang dari PDIP, Golkar. PBNU (di era) Kiai Said sama saja dengan PBNU sekarang,” jelasnya.

Cak Imin tidak merisaukan pernyataan Gus Yahya yang seolah membukakan pintu PBNU untuk semua partai. Ia menyebut hal itu bukan ancaman. Dia tetap yakin mayoritas warga NU tetap akan memilih PKB pada Pemilu 2024.

“Ya harus yakin lah (warga NU tetap pilih PKB). (Ancaman?) Nggaklah,” tuturnya.

Ia menyebut apa yang dilakukan Gus Yahya bukan hal baru dan sudah ada sejak era Kiai Said memimpin PBNU selama dua periode.

“Anggota DPR PDIP juga (ada yang jadi) anggota PBNU Kiai Said. Sekarang Yahya seperti itu sama aja, nggak ada yang baru,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar acara peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) dengan tajuk ‘Simposium Nasional’ di Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu (18/2/2023).

Dalam acara ini hadir Ketum PAN Zulkfili Hasan, Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, dan jajaran pengurus DPW PAN Jatim.

Ketum PBNU Gus Yahya dalam sambutannya menyebut PAN sebagai partai yang rasional. Ia tidak melarang kader NU untuk mencoblos PAN pada Pileg 2024 mendatang.

Awalnya, Gus Yahya bilang soal PAN yang bertransformasi menjadi partai yang lebih terbuka dan rasional.

“Kita tahu PAN sudah bertransformasi sedemikian rupa, lebih rasional dan melalui proses yang wajar, alami, Di PAN tidak ada drama pencurian partai, karena normal semua dan jadi lebih rasional, bahkan sowan ke ulama kiai NU, MasyaAllah,” kata Gus Yahya dalam sambutannya.

“Saya nggak boleh kampanye nyoblos PAN, nggak boleh. Apalagi saya juga bukan kader PAN terus terang saja. Tapi saya sebagai ketua umum (PBNU), harus saya katakan warga NU tidak haram mencoblos PAN,” sambungnya. (Al)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here