Gus Yahya Sebut 59,2 Persen Pemeluk Islam di Indonesia Mengaku NU

105

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyebut 59,2 persen umat Islam di Indonesia sebagai warga NU. Data itu Ia sampaikan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh suatu lembaga survei pada tahun 2022 ini.

“Hasil survei tahun 2022 menyatakan bahwa 59,2 persen dari seluruh penduduk muslim Indonesia mengaku NU. Kalau umat Islam diperkirakan 250 sampai 260 juta, 59,2 persen itu berapa, bisa sampai hampir 150 juta, ini luar biasa,” kata Yahya dalam dalam pidatonya di Rakernas IX Lembaga Dakwah NU, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (25/10).

Yahya mengatakan angka itu terus meningkat. Sebab, hasil survei tahun 2018 menunjukkan 50,5 persen dari total umat Islam di Indonesia mengaku sebagai warga NU.

Meski demikian, Yahya menyoroti banyaknya angka ini tak semuanya bersungguh-sungguh taat kepada PBNU. Ia menilai hanya beberapa saja yang mengikuti instruksi atau program dari PBNU.

“Kalau PBNU membuat surat edaran salat gaib misalnya, kira-kira yang ikut cuma berapa,” tambah dia.

Ia menilai tidak mudah untuk mengubah jemaah atau warga NU menjadi jamiyah di NU saat ini. Jamiyah NU merujuk pada partisipan dalam organisasi NU yang diasumsikan sepenuhnya berada dalam kontrol organisasi.

Melihat itu, Ia berpandangan NU perlu membangun konstruksi yang membuat jamiyah dapat berfungsi dan berjalan layaknya pemerintahan. Sementara jemaah NU sebagai warganya.

“Beda dengan pemerintahan negara hanya soal teritori politik, lalu punya wewenang paksa fisik. Kalau negara itu punya polisi dan tentara. Dan boleh paksa orang secara fisik. Tapi NU tidak. Walaupun punya Banser, tapi tak punya wewenang paksa fisik. Tapi tetap kita laksanakan organisasi ini laksana pemerintahan,” kata dia. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here