Ahli Medis Sebut Gerakan Shalat Bisa Atasi Sakit Pinggang

93
Ilustrasi: Orang sedang melaksanakan shalat.

Jakarta, Muslim Obsession – Shalat adalah ibadah wajib yang harus dikerjakan oleh umat Islam, lima waktu dalam sehari. Yang perlu dipahami pertama kali adalah melaksanakan shalat adalah merupakan bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT, karena ini adalah wajib, niatnya karena Allah bukan karena Allah.

Meski kemudian berkembang banyak penelitian dari para ahli yang menyebut tentang mafaat gerakan shalat untuk kesehatan. Penelitian itu boleh-boleh saja, namun apapun itu, melaksanakan shalat niatnya harus karena Allah, karena kecintaaan kita pada Allah bukan karena hal yang lain.

Soal manfaat gerakan shalat ditinjau dari sisi medis, Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dari RS Brawijaya Depok, dr Ajiantoro, Sp.OT (K-Spine), menjelaskan bahwa gerakan salat, seperti rukuk, sujud, dan berdiri memang bisa menguatkan dan melatih otot-otot di sekitar punggung bawah.

Oleh karenanya, gerakan-gerakan shalat ini dapat mengurangi rasa nyeri pada punggung bagian bawah.

“Ya, jadi dengan gerakan shalat. Pertama adalah memang dikatakan dari beberapa literatur mengatakan dengan melakukan salat, pergerakan dari punggung bawah itu semakin kuat. Karena gerakan-gerakan yang dilakukan pada saat salat, seperti rukuk, sujud, setelah itu berdiri kembali. Dia itu melatih punggung bawah semakin kuat dengan melatih otot di sekitar punggung bawah,” jelasnya Jumat (22/7/2022).

“Dengan shalat tersebut, otot yang bisa kita kuatkan di bagian bawah itu dapat juga menopang dari beban pada punggung bawah atau daerah lumbar. Karena itu, salah satunya dengan gerakan-gerakan shalat bisa mengurangi rasa nyeri punggung bawah,” tuturnya lagi.

Meskipun demikian, dr Aji juga mengungkapkan untuk melakukan shalat sambil duduk dan beraktivitas secara perlahan apabila nyeri yang dirasakan sangat amat sakit atau parah. Pasalnya jika dipaksakan, kerusakan atau cedera jaringan yang terjadi akan semakin parah.

“Dia harus istirahat dulu, rest dulu. Kalau dipaksakan kerusakan jaringan akan semakin berat. Jadi sebaiknya kalau misalnya lagi sakit, dia rest dulu diistirahatkan supaya betul-betul cedera jaringannya itu pulih, baru dia melakukan aktivitas bertahap perlahan-lahan,” imbuh dr Aji.

“Tapi apakah shalat itu bisa menguatkan? Iya, gerakan-gerakan shalat itu kan melatih kekuatan otot dan juga melenturkan. Jadi, kalau dia betul-betul lagi sakit parah, istirahat, duduk. Shalatnya tetap nggak? Tetap, tapi shalatnya sambil duduk,” sambungnya lagi. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here