Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-98)

Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-98)
Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah) Astyages masih berharap akan mendapatkan anak laki-laki dari istri-istrinya. Namun rasa khawatirnya membuat Asytiages mengambil anaknya yang sedang hamil dibawa pulang ke istana Midia di kota Ekbatana ibu kota Midia. Ternyata Mandane melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Koresh atau Cyrus, mengikuti nama ayah suaminya. Segera Asytiages memanggil perwira utamanya yang juga sepupunya yaitu Harpagus. Ditugasinya Harpagus untuk membunuh Koresh dengan berharap semuanya akan berpura pura mengatakan bahwa Koresh meninggal ketika masih bayi. Harpagus menerima tugas dengan berat hati karena jika pembunuhan itu diketahui orang lain dan dirinya yang membunuh, maka Astyages akan mengingkari perintahnya kepadanya sehingga dirinya harus menanggung hukuman mati justru dari Asytiages sendiri untuk membersihkan keterlibatan Asytiages. BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-97) Harpagus berpikir bawa anak itu harus mati tetapi bukan dari tangannya tetapi dari tangan yang dapat menunjuk ke arah Asytages. Harpagus kemudian menyerahkan Koresh kepada penggembala ternak milik Asytiages dengan pesan rahasia dari Asytiages. Namun secara tak terduga, penggembala itu justru bersyukur karena istrinya baru saja kehilangan bayinya laki-laki yang meninggal. Dibawanya pulang Koresh, dan dilaporkannya kepada Harpagus dengan menunjukkan kubur bayi anak laki-lakinya sendiri. Kemudian Harpagus melaporkan kepada Asytiages bahwa perintahnya sudah dilaksankan. Mandane menerima kabar kematian anaknya dengan sedih, dan beberapa saat kemudian oleh Asytiages dipulangkan ke Anshan diserahkan kembali kepada Kambises. Di Babilonia, Kitab Danil 4 mengisahkan, suatu saat Nebukadnezar digelisahkan oleh mimpinya lagi yang kemudian memanggil Nabi Danil untuk menanyakan makna mimpinya. Dia melihat pohon pohon yang besar yang semakin lama semakin besar dan tinggi hingga menggapai langit. BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-96) Bermacam-macam binatang bernaung dan hidup di pohon tersebut. Bersarang baik di batang, cabang, dahan, ranting. Demikian pula dibawah pohon, banyak binatang bernaung. Buah dan daunnya menjadi makanan bagi binatang binatang itu. Kemudian dilihatnya seorang kudus turun dari langit memerintahkan penebangan pohon itu, dan memotong motong batang, cabang, dahan dan ranting pohon, namun tunggulnya dibiarkan tertinggal dan terikat di dalam tanah biar sehingga dibasahi embun dari langit dan mendapatkan bagian makanannya dari tanah bersama sama binatang yang tersebar mendapatkan makan dari rerumputan. Dibiarkannya keadaan pohon itu hingga berjalan tujuh masa. Orang yang kudus menunjukkan yang demikian itu agar hati manusia berubah dan mengerti bahwa Yang Maha Tinggi berkuasa atas manusia dan semuanya dan memberikan kerajaan manusia kepada siapa saja yang dikehendakinya. BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-95) [caption id="attachment_79310" align="aligncenter" width="735"] Lukisan tentang Nebukadnezar makan rerumputan seperti binatang. (Sumber: Id.pinterest.com)[/caption] Nabi Danil terkejut dengan mimpi itu sehingga gelisah dan Nebukadnezar meminta agar Nabi Danil tidak digelisahkan oleh mimpinya itu, tetapi memberitahukan makna mimpi itu dengan yang sebenarnya. Nabi Danil memulai pentakwilannya dengan kata kata “mudah mudahan mimpi itu tidak ditimpakan kepada Nebukadnezar” tetapi ditimpakan kepada raja yang lain. Pohon yang semakin lama semakin tinggi, besar dan kuat adalah Nebukadnezar sendiri. Sedang makna dari seorang yang kudus memerintahkan penebangan pohon dan membiarkan tunggulnya agar dibasahi embun dari langit dan mendapat bagian makanan bersama sama dengan binatang dipadang menunjukkan Raja Nebukadnezar akan diberikan makanan rumput seperti makanan binatang. Sedang hati manusia agar berubah adalah agar Nebukadnezar menyadari bahwa Yang Maha Tinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan berkuasa memberikan kerajaan kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Sedang tunggulnya tetap dibiarkan, menunjukkan bahwa kerajaan itu akan diberikan kepada Nebukadnezar kembali ketika telah mengakui bahwa Yang Maha Tinggi yang di surga yang mempunyai kekuasaan. BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-94) Setelah memberikan takwilnya, Nabi Danil menasihatinya agar raja melepaskan diri dari dosa dengan berlaku adil, menunjukkan belas kasihan kepada orang yang ditindas agar semua orang dapat berbahagia yang dengan demikian kebahagiaan raja akan dilanjutkan. Takwil tersebut menunjukkan bahwa Nebuknezar selama berkuasa telah banyak berbuat zalim kepada sesama manusia, sehingga banyak orang telah dirampas kebahagiannya karena ditindas. Namun Nebukadnezar berjasa pada Bani Israel. Meskipun dia seorang diktator yang bengis, namun dia masih beruntung karena Allah menunjukkan dosa dosanya melalui mimpinya dan diberi kesempatan untuk hidup berbahagia jika mau merubah keimanannya dan merubah perilakunya yang merusak orang lain. BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-93) Setelah lewat waktu sekitar dua bulan, ketika pada malam hari di balkon istananya, Nebukadnezar sedang memandang dengan bangga kota babilonia dimalam hari yang bercahaya karena penerangan kota, tiba-tiba Nebukadnezar mendengar suara yang kemudian membuatnya bertingkah seperti orang hilang ingatan. Tidak diceritakan bagaimana kisahnya, sangat mungkin anaknya atau keluarganya kemudian menyingkirkannya dengan membawa Nebukadnezar ke suatu tempat di suatu hutan yang banyak rumputnya. Nebukadnezar disana kemudian menjadi orang gila yang suka makan rumput seperti binatang binatang pemakan rumput. Bila pagi hari tubuhnya dibasahi oleh embun. Rambutnya menjadi panjang dan bulu bulunya juga menjadi panjang menutup tubuhnya seperti bulu burung rajawali. BERSAMBUNG