Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-55)

VI. Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Haikal Sulaiman dan Pecahnya Kerajaan Israel.

191
Makam Ruth di Hebron (yang terdapat pagar -- jewishpress.com). Pada hari libur Yahudi, di Sinagog yang menempel pada makam Ruth dibacakan kitab Ruth.

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Semua yang hadir kemudian mendoakan Boas bin Salmon bin Nahason bin Aminadab bin Ram bin Hezron bin Peres bin Yehuda. Peristiwa Ruth hampir mirip dengan peristiwa Tamar yang menjadi istri Yehuda. Naomi menjadi mertua yang bahagia dan terjaga kehormatannya. Kitab Rut 4 : 14 -15 menyebutkan para perempuan Bani Israel mendoakan Naomi karena hadirnya penebus.

Dari Ruth istri Boas, ketika lahir anak laki-laki diberikan nama Obed. Dengan kelahiran laki-laki ini, para perempuan Bani Israel menyebut bahwa Ruth bagi Naomi lebih berharga dari pada tujuh anak laki-laki.

Doa para perempuan Bani Israel ini dikemudian hari terbukti bahwa pada akhirnya Obed akan mempunyai anak yang diberi nama Isai, dan Isai (Yishai) mempunyai anak Dawud, yaitu seorang yang dalam sejarah Bani Israel akan mempunyai kedudukan khusus baki kaumnya dan bahkan bagi semua manusia.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-54)

3. Nabi Samuwel dan Saul (Thalut).

Samuwel adalah orang yang berasal dari suku Efraim bin Yusuf, lahir di Ramataim Zofim di pegunungan Efraim. Kitab 1 Samuwel 1-3 mengisahkan, sejak disapih dari susuan, karena nadzar ibunya yang telah lama menikah namun tidak dikaruniai anak, Samuwel diserahkan pada Imam Bani Israel untuk mengabdi pada Allah di kota Silo tempat penyimpanan Tabut Perjanjian.

Sejak bayi rambut Samuwel tidak dicukur. Setelah kelahiran Samuwel itu ibunya mendapatkan anugerah tiga putra dan tiga putri lagi. Eli, imam di kota Silo mengasuhnya dengan baik, dan justru anak-anaknya sendiri menjadi anak yang sering melanggar hokum taurat sedang Eli tidak bisa bersikap tegas kepada anak-anaknya. Sedang Samuwel sejak masih muda justru menunjukkan bahwa dirinya menjadi orang shalih yang pantas menggantikan Eli sebagai Hakim Bani Israel.

Kemudian pada suatu hari terbukti Samuwel mendapatkan wahyu Allah sehingga dirinya oleh Bani Israel diakui sebagai Nabi Bani Israel. Saat itu, Bani Israel sedang berperang dengan suku Filistin di wilayah Eben Haezer dan sering mengalami kekalahan. Kitab 1 Samuwel 4-7 mengkisahkan, ribuan orang telah meninggal. Atas kekalahan tersebut, para tetua Bani Israel sepakat untuk mengambil tabut perjanjian dari kota Silo.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-53)

Eli yang telah empat puluh tahun menjadi hakim Bani Israel sudah semakin tua dan matanya hampir tidak dapat melihat lagi. Oleh karena itu tidak dapat mengikuti perang dan sebagai gantinya dua anak lelakinya yang dalam hidupnya banyak melakukan perbuatan dosa, menjadi orang yang ikut menandu tabut Taurat.

Ketika Bani Israel melihat tabut Taurat telah sampai di Afek, bangkit kembali semangat Bani Israel untuk berperang. Namun pada pertempuran pada keesokan harinya, Bani Israel justru mengalami kekalahan jauh lebih besar lagi. Kurban meninggal sampai sekitar tiga puluh ribu orang dan sisa-sisa pasukan Bani Israel tercerai berai. Sedang tabut Tauratdi rebut suku Filistin, dibawa ke Gaza di kota Asdod dan ditempatkan disisi Dewa Dagon.

Ketika Bani Israel melaporkan kekalahan tersebut dan menyampaikan pula kematian dua anaknya kepada Eli, seketika itu Eli yang kaget langsung meninggal. Sedang istri anaknya yang pada saat itu kesulitan melahirkan anak, karena kagetnya kemudian justru seketika itu bayinya dapat lahir. Anak itu diberi nama Ikabod, yang mempunyai arti “telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas”.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-52)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here