Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-53)

VI. Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Haikal Sulaiman dan Pecahnya Kerajaan Israel.

97
Lukisan tentang Yefta yang disambut anak gadisnya yang kelua pertama kali keluar dari rumahnya. (sumber: Reformed Exodus Community)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Ketika suku Bani Israel di wilayah timur sungai Yordan suatu saat dikalahkan dan diperbudak oleh suku Amon, muncul pahlawan baru yaitu Yefta yang dapat mengalahkan suku Amon. Sebelum berperang dengan suku Amon, Yefta bernadzar, jika dia dapat mengalahkan suku Amon, maka dia akan menjadikan kurban bakaran apapun yang keluar pertama kali dari rumahnya.

Ketika dia dapat mengalahkan suku Amon kemudian pulang ke rumah yang pertama kali keluar dari rumahnya adalah anak satu-satunya yang dimiliki, yaitu anak perempuannya yang belum pernah bersentuhan dengan laki-laki. Dengan menangis dia menceritakan nadzarnya kepada anak gadisnya tersebut, dan anak gadisnya bersedia untuk memenuhi nadzar bapaknya. Maka anak gadisnya tersebut kemudian dijadikan kurban bakaran.

Selama 6 tahun Yefta menjadi hakim Bani Israel, kemudian meninggal. Peristiwa anak gadis Yefta yang jadi kurban bakaran untuk memenuhi nadzar bapaknya ini, kemudian menjadi adat pada Bani Israel, dalam setiap tahun selama empat hari menangis dan meratapi anak gadis Yefta.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-52)

Salah satu kisah sangat legendaris dari seorang hakim sekaligus nabi Bani Israel adalah kisah tentang Simson atau Samson, yang dalam bahasa arab disebut Sam’un. Kitab Hakim Hakim 13-16 mengisahkan, saat menjelang kelahirannya, suku Filistin telah menguasai Bani Israel selama sekitar 40 tahun. Sejak sebelum kelahirannya dikisahkan bahwa seorang perempuan Israel yang mandul akan mengandung anak yang akan jadi wazir Allah.

Wanita itu dipesan agar tidak minum anggur dan makan anggur serta tidak memakan makanan yang diharamkan, serta dilarang mencukur rambut Samson. Ketika Samson dewasa rambutnya menjadi sangat panjang dan kelebihan lainnya adalah rambutnya cukup kuat. Kisah pertarungan Samson dengan orang Filistin adalah diawali ketika Samson yang masih muda mempunya istri seorang Filistin yang kemudian mengkhianatinya karena dipaksa oleh orang-orang Filistin.

Dengan adanya pengkhianatan itu, Samson melampiaskan kemarahannya dengan membakar persediaan gandum dan ladang orang-orang Filistin, yang kemudian dibalas oleh orang Filistin dengan membakar istri dan mertua Samson.

Jika sedang bertarung dengan orang Filistin, tenaga Samson mendadak menjadi sangat kuat luar biasa. Samson bertarung sendirian melawan orang-orang Filistin. Hanya dengan rahang keledai dia bertarung dengan suku Filistin. Yang dapat dibunuh oleh Samson sangat banyak. Pernah terjadi dia bertarung dengan sekitar seribu orang Filistin dan dapat memenangkan pertarungannya. Orang-orang Filistin sangat bingung menghadapi Samson. Sampai kemudian Samson memperistri wanita Filistin lainnya, yaitu Delila.

Nabi Samson atau Sam’un meruntuhkan Gedung (SINDONEWS Kalam)

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-51)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here