Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-51)

V. Nabi Musa, Harun, Bani Israel Pulang ke Baitul Maqdis.

76
Lukisan Bani Israel mengangkut batu untuk membuat bangunan batu peringatan kehadiran mereka di Baitul Maqdis yang disebut Gilgal. (sumber: crossroadsbible)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Dengan penyeberangan ini maka harkat Yoshua dimata Bani Israel semakin terangkat dan dipercaya bahwa dia dapat menggantikan Nabi Musa dalam memimpin kaumnya memasuki Baitul Maqdis. Orang-orang Amori dan Kana’an yang mendengar bahwa Bani Israel telah berada di seberang sungai Yordan sebelah berat menjadi takut. Mereka merasakan adanya keajaiban yang menyertai Bani Israel.

Pada saat di Gilgal itu, turun perintah Allah kepada Yosua agar Bani Israel yang lahir di padang gurun dan dalam perjalanan mengarungi padang gurun itu yang kemudian menyeberangi sungai Yordan yang belum pernah disunat agar terlebih dahulu disunat dengan pisau yang dibuat dari batu.

Di Gilgal Bani Israel juga merayakan hari Paskah untuk pertama kalinya. Perayaan Paskah ini juga menandai berhentinya pemberian Manna dan Salwa dari Allah, dan mereka mulai makan hasil bumi dari tanah Kana’an.

Setelah semua siap, kemudian mereka bergerak menuju Jerikho dan didapatinya benteng kota dalam keadaan tertutup, yang hal itu menunjukkan penduduk Jerikho menolak kedatangan Bani Israel. Yosua kemudian memerintahkan para imam membawa Tabut perjanjian mengelilingi kota Jerikho. Dengan diiringi suara tujuh nafiri tanduk domba yang ditiup para imam yang dikawal oleh orang-orang bersenjata.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-50)

Makam Yusa’ bin Nun di dekat kota As-Salt dan taman nasional Zay Yordania. Makam tersebut menunjukkan bahwa Yusa’ bin Nun pernah cukup lama berdiam di tempat tersebut. Kubur Yusa’ bin Nun berada di wilayah Efraim sebelah utara gunung Gaas, di timnat serah. (Koleksi foto Agus Mualif)

Mereka berjalan di depan Tabut sedang sorak sorai dilakukanBani Israel dengan aba-aba dari Yosua yang mengikuti dari belakang Tabut. Hal seperti itu dilakukan selama tujuh hari, sedang pada hari ketujuh mereka mengelilingi kota sebanyak tujuh kali. Itu adalah tanda yang diberikan Bani Israel bagi penduduk Jerikho apakah mereka tetap tidak mau membuka pintu bentengnya.

Namun penduduk Jerikho tidak membuka pintu benteng, tanda bahwa penduduk kota Jerikho tidak menyerah. Pada akhirnya Bani Israel memanjat tembok banteng dan ada yang beramai-ramai berupaya membongkar tembok. Karena banyaknya orang yang memanjat dan yang membongkar sehingga tembok banteng runtuh seperti kena gempa. Kemudian orang-orang Bani Israel memanjat reruntuhan tembok, dan menumpas penduduk kota, baik laki-laki dan perempuan, baik tua maupun muda, bahkan semua binatangnya baik lembu, domba maupun keledainya.

Demikianlah yang terjadi sesuai hukum perang saat itu, jika suatu kota diserbu dan penduduknya tidak mau menyerah. Yang tidak dibunuh dan dibiarkan hidup hanyalah perempuan yang menyelamatkan dua pengintai Bani Israel. Perempuan tersebut beserta seluruh kelaurganya dan semua orang yang beserta dengannya tidak dibunuh dan kemudian hidup bersama orang Israel.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-49)

Situs kota kuno Jericho, kota tertua didunia yang ditemukan arkheolog sekitar tahun 6000 SM. (Insert: Agus Mualif di Kota Jericho)

Penaklukan kota Jerikho adalah awal dari banyak kisah penaklukan wilayah tanah Kana’an oleh Bani Israel. Di wilayah Baitul Maqdis sesuai yang dijanjikan kepada Nabi Ibrahim telah ditempati oleh orang-orang Amori, Het, Hewi, Feris, Girgasi, Yebus dan suku-suku Kana’an lainnya.

Sekitar empat puluh tahun Yosua memimpin Bani Israel mengambil tanah untuk tempat kediaman mereka. Yosua kemudian membagikan tanah yang telah dikuasai pada suku-suku Bani Israel. Wilayah Hebron kampung halaman Nabi Ibrahim, Ishak dan Ya’qub diserahkan menjadi milik Kaleb bin Yefun dari suku Yehuda.

Namun semua tanah yang dijanjikan kepada Bani Israel belum ditaklukkan semuanya, sedang Yosua semakin tua. Setelah kepemimpinan Yosua, menjadi kewajiban masing-masing suku untuk melanjutkan penaklukkan wilayah atau pengambilan tanah di Baitul Maqdis yang batas-batasnya telah ditentukan oleh Nabi Musa, yaitu mulai dari sungai Yordan sampai ke laut besar di sebelah matahari terbenam.

Yosua sudah semakin udzur, dan pada suatu hari memanggil semua tetua suku, para kepala suku, para imam, para hakim dan para pengatur pasukan. Yosua memberi pesan agar penaklukkan wilayah untuk mereka dilanjutkan oleh para suku, mereka harus menguatkan hati untuk itu, tidak boleh bergaul dan kawin dengan suku-suku lain yang tinggal di dalam wilayah yang telah ditaklukkannya karena mereka adalah Bani Israel yang tidak boleh bercampur.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-48)

Pembagian wilayah yang dikuasai bani Israel pada masa Nabi Musa dan Yosua (Yusa’) bin Nun, sebagian wilayah ada yang terletak di seberang timur sungai Yordan. (Foto: wikipedia)

Jika Bani Israel kawin dengan suku-suku itu, hal itu akan menjadi perangkap dan jerat bagi Bani Israel yang bisa berakibat Bani Israel kehilangan tanah mereka. Bani Israel harus tetap bertuhan kepada Allah agar Allah berperang bagi Bani Israel. Jika mereka meninggalkan Allah maka Allah akan meninggalkan mereka. Beribadah kepada Allah dengan tulus ikhlas dan setia. Allah tidak akan mengampuni apabila Bani Israel menyembah tuhan-tuhan yang lain seperti tuhan berhala dari suku-suku Kana’an.

Tidak lama sesudah memberikan pesan pesannya itu, Josua meninggal dalam umur 110 tahun, dikuburkan di tanah yang menjadi pusaka, di Timnat-Serah di pegunungan Efraim, disebelah utara gunung Gaas. Sedang tulang tulang Nabi Yusuf yang mereka bawa ketika mereka keluar dari Mesir dikuburkan di Sikhem, ditanah yang dibeli Nabi Ya’qub yang menjadi pusaka Bani Yusuf.

Ketika Eleazar bin Harun meninggal, dikuburkan di bukit yang diberikan kepada Pinehas, anaknya itu, di pegunungan Efraim. Bani Israel telah berada di Baitul Maqdis. Sejarah baru bagi Bani Israel di Baitul Maqdis.

Silsilah Nabi Musa dan Nabi Harun

BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here