Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-54)

VI. Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Haikal Sulaiman dan Pecahnya Kerajaan Israel.

221
Dewa Ba’al Suku Moab. Upacara kurban berupa anak kecil. (Foto: cccolumbia)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Para tetua suku terlanjur bersumpah tidak akan mengirimkan satu orang pun perempuan dari suku-sukunya untuk dikawini oleh orang dari suku Ben Yamin. Kemudian mereka bersepakat menyerbu suku Kana’an di Yabesh Gilead untuk diambil wanita-wanitanya yang kemudian diberikan pada para lelaki suku Ben Yamin yang tersisa untuk diperistri sekaligus sebagai tanda perdamaian.

Ternyata jumlah wanita yang dirampas masih kurang dan akhirnya para tetua Bani Israel bersepakat bahwa suku Ben Yamin setiap tahun boleh mengambil wanita Israel yang sedang melakukan upacara bagi Tuhan mereka di kota Silo tempat tabut perjanjian disimpan.

Seratus tahun lebih Bani Israel hidup tanpa pemimpin. Mereka hidup dengan organisasi kesukuan masing-masing suku. Hakim yang diangkat dikalangan mereka untuk mengatasi masalah diantara mereka hanya menjadi penasihat bila mereka mengalami kekalahan dalam berperang dengan suku-suku Kana’an maupun suku lainnya.

Hakim Bani Israel di kota Silo tempat penyimpanan tabut perjanjian, hanya sekali dalam setahun melakukan upacara mengeluarkan Taurat dari tabutnya untuk dibacakan bagi Bani Israel yang jumlahnya ratusan ribu. Suatu upacara tahunan yang besar namun tidak efektif untuk memahamkan Taurat pada Bani Israel. Hal itu berakibat lambat laun kebanyakan orang orang Bani Israel melupakan ajaran Taurat.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-53)

2. Ruth wanita Moab leluhur Dawud.

Terdapat kisah dari Kitab Ruth, yaitu ketika wilayah Betlehem tempat tinggal suku Yehuda dilanda kekeringan yang mengakibatkan kelaparan, seorang kepala keluarga suku Yehuda dari puak Efrata bernama Elimelekh pergi menyeberangi sungai Yordan mengungsi ke wilayah suku Moab di timur sungai Yordan. Elimelekh pergi dengan istrinya yang bernama Naomi dan dua anak lelakinya yaitu Mahlon dan Kilyon.

Setelah beberapa lama di Moab, Elimelekh meninggal. Naomi kemudian mengawinkan Kilyon dengan Orpa wanita suku Moab. Sedang Mahlon jatuh cinta dengan Ruth seorang pendeta wanita penyembah berhala negeri Moab.

Ruth adalah pendeta yang bertugas mempersiapkan upacara kurban dengan kurban berupa manusia yang masih kanak-kanak. Karena perkenalannya dengan Mahlon, Ruth akhirnya mengikuti ajaran agama Taurat.

Ketika Ruth menolak upacara kurban, mengakibatkan Mahlon dan Kilyon di tangkap dan diperbudak. Kilyon terbunuh di penjara sedang Ruth akhirnya dapat mengeluarkan Mahlon dari camp perbudakannya namun dengan keadaan Mahlon mengalami luka parah, dan dibawa pulang ke rumah Naomi.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-52)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here