Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-32)

V. Nabi Musa dan Harun, Bani Israel Pulang ke Baitul Maqdis.

89

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Rameses II juga tidak ingin Bani Israel berkembang menjadi suku yang kuat, yang dikhawatirkan dapat berbuat seperti suku Hyksos, merebut kekuasaan dari bangsa asli Mesir. Bangsa Mesir sangat mengetahui bahwa Bani Israel adalah pendukung kekuasan suku Hyksos.

Oleh karena itu, dengan kekuasaannya sebagai raja, Rameses II mengerahkan dan menjadikan Bani Israel sebagai pekerja paksa dan sebagai budak yang ditindas.

Selain dipekerjakan untuk membangun proyek juga dipekerjakan di ladang ladang gandum dan perkebunan.Meskipun ditindas, jumlah penduduk Bani Israel tetap bertambah banyak. Hal itu membuat Ramses II melangkah lebih kejam lagi dengan memerintahkan para bidan bangsa Mesir jika melayani kelahiran bayi Israel, apabila lahir laki-laki harus dibunuh dan membiarkan bayi perempuan tetap hidup.

Namun perintah itu tidak efektif karena perempuan Bani Israel juga dapat melayani kelahiran, disamping kesulitan untuk mengawasi ketaatan bidan Mesir terhadap perintah membunuh. Jumlah penduduk Israel masih tetap dengan cepat berkembang, melampaui perkembangan jumlah bayi bangsa Mesir.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-31)

Akhirnya Ramses II memerintahkan kepada semua rakyat Mesir untuk melemparkan bayi laki-laki yang lahir dari Bani Israel ke sungai Nil (QS. Al-Baqarah 49, QS. Al-Qashash 4, Kitab Keluaran 1 : 15 -22).

Dalam situasi Bani Israel yang sangat sulit dan terancam punah akibat generasi lelakinya dalam jangka panjang dapat habis, kemudian Allah akan mengutus seorang rasul dari Bani Israel untuk menyelamatkan keturunan Nabi Ibrahim. Akan muncul peristiwa besar yang akan selalu menjadi buah tutur seluruh umat manusia, sehingga tidak akan pernah dilupakan sepanjang masa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here