Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-30)

IV. Nabi Syu’aib, Ayub, Zulkifli.

143
Gambar tempat ibadah yang berasal dari peninggalan Nabi Zulkifli yang menjadi cikal bakal Masjil An-Nukailah. (Foto: Madainproject.com)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

3. Masa Kerasulan dan Tempat Kerasulan Nabi Zulkifli.

Nabi Zulkifli adalah anak Nabi Ayub. Nama aslinya adalah Basyar bin Ayub, pelanjut keNabian ayahnya di Hauran. Tidak banyak kisah yang diketahui tentang Nabi Zulkifli. Al-Quran menyebut Nabi Zulkifli dalam tiga ayat, yaitu QS. Shad ayat 48 dan QS. Al-Anbiya ayat 85-86.

Cerita tentang Nabi Zulkifli sebagai raja dimulai ketika raja di Hauran yang semakin tua yang tidak mempunyai keturunan atau waris menawarkan kepada rakyatnya, siapa yang mau menjadi penggantinya dengan syarat sanggup melaksanakn puasa di siang hari dan beribadah di malam hari.

Tidak ada yang berani menerima tawaran yang sangat berat tersebut kecuali Basyar ibn Ayub. Berkali-kali ditawarkan namun yang bersedia selalu Basyar ibn Ayub yangjuga dikenal sebagai orang yang sangat kaya sekaligus orang shalih dan hidup dalam cara zuhud seperti cara hidup bapaknya dan sehari-hari berkeliling untuk berdakwah.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-29)

QS. Al-Anbiya 85-86 menginformasikan: “Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli, semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Dan kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh mereka termasuk orang orang yang shalih”. Sedang dalam QS. Shaad ayat 48 diinformasikan: “Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli, semuanya termasuk orang orang yang paling baik”.

Basyar ibn Ayub memang sudah lama selalu berpuasa setiap hari dan beribadah di malam hari. Tidurnya hanya sedikit sekali. Oleh karena itu akhirnya Basyar ibn Ayub dapat membuktikan dan mampu memenuhi persyaratan raja, sehingga kemudian kerajaan diserahkan kepada dirinya. Namanya kemudian diubah menjadi Zulkifli atau dalam bahasa aramaicnya adalah Ezekiel, yang arti nama tersebut adalah mampu atau sanggup.

Sangat mungkin Basyar ibn Ayub berkeinginan menjadi raja di wilayah tersebut karena wahyu dari Allah agar dirinya menerima tawaran tersebut untuk memperluas jangkauan dakwah tauhidnya. Dengan menjadi raja, berdakwah menjadi lebih cepat dalam menjangkau masyarakat di seluruh negerinya. Nabi Zulkifli kemudian dikenal sebagai raja yang sabar, adil, zuhud, dan selalu memegang teguh janji dan menjadi pengadil yang sangat dihormati masyarakatnya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-28)

Masjid An-Nukailah setelah dipugar meskipun belum selesai yang di dalamnya terdapat bagian rumah ibadah peninggalan Nabi Zulkifli. Di sebelah kubah masjid yang berwarna biru terdapat kubah berbentuk kerucut di atas bangunan persegi panjang dan di gerbang pintu masjid terdapat menara adalah bagian rumah ibadah peninggalan pada masa Nabi Zulkifli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here