Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-27)

III. Nabi Ya’qub dan Nabi Yusuf.

169
Makam Nabi Yusuf di Nablus.

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

B. Nabi Yusuf di Mesir

Salah satu berkat Nabi Ya’qub kepada Yehuda tersebut adalah: “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, dan lambang pemerintahan (pemberi hukum) dari antara kakinya. Sampai Syiloh datang yang berhak atasnya dan miliknyalah ketaatan (akan takluk) umat manusia (bangsa bangsa)”. Al-Quran tidak menginformasikan adanya berkat Nabi Ya’qub seperti ini. Sedang semua berkat Nabi Ya’qub tersebut diwahyukan kembali setelah beberapa ratus kemudian kepada Nabi Musa dalam Kitab Kejadian.

Dalam fakta sejarah, ketika kerajaan Israel pertama kali berdiri, raja pertama kerajaan Israel di wilayah Baitul Maqhdis adalah Saul dari suku Ben Yamin. Kemudian setelah itu penguasa Bani Israel beralih pada keturunan Yehuda, yaitu Nabi Dawud. Setelah Nabi Dawud, raja-raja berikutnya adalah dari keturunan dari Nabi Dawud. Demikian pula nabi-nabi Bani Israel setelah itu sebagian besar adalah dari keturunan Yehuda.

Kerajaan Israel kemudian berakhir tidak jauh setelah masa Nabi ‘Isa, dimana kerajaan Israel dihancurkan oleh imperium Roma. Kehancuran itu sendiri sebelumnya telah diramalkan oleh Nabi Isa. Nabi Isa juga menyatakan setelah keruntuhan kerajaan Israel maka sudah saatnya kedatangan sang Utusan Terakhir. Dirinya bertugas untuk mengingatkan Bani Israel bahwa Utusan Terakhir akan datang setelah kepergian dirinya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-26)

Berkat untuk Yehuda adalah pemimpin atau penguasa Bani Israel akan berasal dari keturunan (suku) Yehuda. Namun berkat untuk itu akan berhenti atau beralih dari keturunan Yehuda ketika Syiloh datang. Siapakah Syiloh itu? Syiloh adalah kata-kata yang mempunyai arti tenang, damai, dan terpercaya. Jadi Syiloh adalah orang mempunyai gelar terpercaya yang akan membawa kedamaian dan ketenangan bagi umat manusia (bangsa-bangsa).

Dalam bahasa Arab, terpercaya adalah amanah. Amanah berasal dari kata aman. Jadi Syiloh dapat diterjemahkan sebagai orang yang amanah, yang kemudian menjadi gelarnya, yaitu Al-Amin. Orang inilah yang akan menggantikan keturunan Yehuda, dimana semua bangsa akan beriman kepadanya. Orang inilah yang kemudian akan menjadi pemimpin umat manusia.

Pesan Nabi Ya’qub lainnya yang tertulis di kitab Kejadian adalah agar dirinya dikuburkan di kuburan miliknya, yaitu tanah dan gua Makhpela yang telah dibeli oleh Nabi Ibrahim dari Efron orang dari suku Het, salah satu suku Kana’an. Saat itu di Makphela telah dikuburkan Nabi Ibrahim dan Sarah, Nabi Ishaq dan Raibka, serta Lea istri Nabi Ya’qub.

Pesan tersebut dilaksanakan oleh anak-anaknya. Karena perjalanan yang ditempuh panjang dan berhari-hari, maka dalam Kitab Kejadian diterangkan bahwa jenazah Nabi Ya’qub diawetkan terlebih dahulu. Saat itu bangsa Mesir sudah terkenal dengan ilmu pengawetan jenazah. Iring-iringan penguburan Nabi Ya’qub cukup besar, karena selain diiringkan oleh anak anaknya, Nabi Yusuf juga membawa pasukan dan pegawai istana Mesir, sedang cucu cucu Nabi Ya’qub tidak ikut serta.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-25)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here