Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-103)

VII. Nabi Ilyas, Ilyasa, Yunus, Penghancuran Haikal Sulaiman (Masjidil Aqsha), Bani Israel Terjajah dan Diperbudak Lagi.

150
Lukisan Nabi Danil di gua singa.

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Namun, empat tahun kemudian atau delapan tahun setelah kematian Koresh II, tiba-tiba Kambises II meninggal karena kemarahan yang berakibat fatal. Ketika Kambises II yang saat itu masih di Mesir setelah memenangkan peperangan barunya di Etiopia, dia mengirim adiknya yaitu Bardiya pulang ke Persia untuk melihat keadaan kerajaan.

Tapi secara misterius adiknya hilang dalam perjalanan. Kabar hilangnya Bardiya sampai ke Persia diterima kepala rumah tangga Kambises II yaitu Patizeithes yang kebetulan mempunyai adik sangat mirip dengan Bardiya, bernama Smerdis.

Patizeithes kemudian melihat hal ini sebagai suatu kesempatan untuk melakukan perebutan kekuasaan. Kabar hilangnya Bardiya dirahasiakan kemudian meminta adiknya menobatkan dirinya sebagai raja Persia.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-102)

Namun kabar adanya raja Bardiya palsu ini segera didengar oleh Kambises II, dan dengan kemarahannya segera pulang dengan dikawal tentaranya ke Persia. Karena kemarahannya yang tak terkendali, ketika masih di wilayah Aram, pada saat menaiki kudanya dengan kemarahan yang meluap luap, Kambises II kehilangan kontrol atas kendali kudanya, lalu terjatuh dan kakinya terpotong oleh pedangnya sendiri. Akibat luka parah ini dalam waktu tiga minggu Kambises II meninggal tanpa mempunyai keturunan.

Darius yang tiba kembali ke Persia, akhirnya dapat membunuh kakak beradik Petizithes dan Smerdis dan mempamerkan kepala Smerdis pada penduduk kota Susha. Karena tidak ada lagi keturunan Koresh II yang bisa diangkat jadi raja, lalu Darius oleh penduduk Susha didukung untuk menjadi Raja Persia.

Suatu proses pergantian dinasti setelah berita kematian kematian yang aneh, yang sulit dilacak kebenaran beritanya. Tentu akan ada pertanyaan apakah kematian para pewaris Koresh II tersebut terjadi secara alami ataukah suatu kematian yang direncanakan dengan cermat. Namun akhirnya Darius berhasil menjadi raja baru Persia dan berhasil mengatasi riak gejolak para bangsawan Persia.Darius menjadi raja Persia sekitar tahun 521 SM.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-101)

Kitab Danil mengkisahkan, seiring dengan perpindahan ibu kota dan istana, Nabi Danil selalu ikut serta pindah rumah mengikuti kediaman raja. Pada saat masa raja Darius, Nabi Danil yang telah mengalami beberapa kali pergantian raja dari Nebukadnezar raja Khaldea hingga Darius raja Persia tentu sudah semakin tua.

Pengalaman, kebijksanaan dan penglihatan Nabi Danil yang sangat langka dalam melihat masa depan sangat dibutuhkan oleh raja. Darius bahkan bersahabat dengan Nabi Danil.

Namun banyak penasihat raja dari kebangsaan Media dan Persia yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan Nabi Danil. Akhirnya terdapat momentum yang tepat untuk menyingkirkn Nabi Danil.

Ketika kerjaan sedang mendapatkan suatu masalah, untuk menyelesaikan masalah tersebut, mereka mengusulkan suatu aturan kepada raja, bahwa selama 30 hari tidak boleh ada orang meminta apapun kepada dewa apapun atau sesembahan apapun.

Permohonan kepada dewa atau sesembahan apapun harus melalui raja Darius, dan raja yang akan memohonkan permintaan tersebut kepada Dewa. Peraturan untuk tiga puluh hari itu tidak boleh dirubah, digugat dan tidak boleh dicabut.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-100)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here