Jangan Menyiksa Jenazah

193
Ilustrasi: Shalat Jenazah.

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Allah SWT sengaja merahasiakan waktu dan tempat seseorang di mana ia akan meninggal, agar tidak panik, gelisah dan putus asa. Jika meninggal di Makkah berbahagialah.

Inilah sifat Rahmaan dan Rahiim, kasih sayang Allah pada hambaNya.

وما تدرى نفس بأى أرض تموت (سورة لقمان ٣١ الاية ٣٤)

“Tidak seorang pun tahu, di bagian Bumi mana ia akan meninggal,” (QS. Luqman [31]: 34).

Tidak terbayangkan kalau setiap orang diberitahu tanggal, hari, jam, detik dan tempatnya ia akan meninggal, tentu beberapa minggu menjelang tiba waktunya, akan panik dan gelisah tak terbayangkan.

Makanya, Allah SWT hanya memastikan bahwa semua akan mati:

كل نفس ذائقة الموت

“Setiap orang akan mati”.

BACA JUGA: Mendengar Berita Kecelakaan atau Melihat Orang Sakit

POINTERS:

1- Kematian adalah suatu kepastian, dan jika tiba waktunya, tidak akan bisa dihindari.

2- Makamkanlah jenazah di tempat ia meninggal, bukan di tempat domisilinya atau kampung halamannya.

3- Jika meninggal saat Haji atau Umroh, maka makamkanlah di Saudi, tidak dibawa pulang ke Tanah Air, inilah yang lebih baik. Demikian juga jika pergi berobat ke luar Negeri dan meninggal di sana, maka makamkanlah di sana jika ingin mengikuti Sunnah Rasululullah ﷺ.

4- Jikapun meninggal di atas kapal di tengah laut yang jarak dengan daratan atau pelabuhan cukup jauh dan makan waktu lama, maka kuburkanlah di laut dengan memberi pemberat agar tidak mengapung.

BACA JUGA: Jika Shalat Sering Ditunda, Urusan pun Akan Sering Tertunda

TRUE STORY:

Inilah peristiwa nyata sebagai pelajaran dari Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:

روى الإمام أحمد والنسائي وابن ماجه من عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال: مات رجل بالمدينة ممن وُلِد بها ، فصلى عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ثم قال :يا ليته مات بغير مولده قالوا :ولم ذاك يا رسول الله ؟ قال :إن الرجل إذا مات بغير مولده قيس له من مولده إلى منقطع أثره في الجنة.

Al-Imam Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Maajah meriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar RA menuturkan bahwa:

“Seorang kelahiran Madinah meninggal dunia di Madinah. Dan Rasulullah ﷺ menshalatkan jenazahnya. Rasulullah ﷺ kemudian bersabda: “Alangkah indahnya jika dia ini meninggal Dunia bukan di tempat kelahirannya”. Para sahabatpun bertanya: “Kenapa begitu yaa Rasulallah?”.

BACA JUGA: Setiap Detik Menunggu Doamu

Rasulullah ﷺ menjelaskan: “Sungguh, jika seseorang meninggal Dunia bukan di tempat kelahirannya, akan dianugerahi pahala untuknya kelak di Surga sebanyak jarak antara tempat kelahirannya dengan tempat meninggalnya,” (Hadis Sahih Riwayat Al-Imam Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

Syariat Islam menetapkan, bahwa: “di mana kita meninggal, maka di situlah kita dikebumikan”.

Jika jenazah diterbangkan beribu kilometer dari sebuah negara, dan setelah jenazah tiba di Tanah Air disemayamkan lagi di rumah duka dengan waktu yang cukup lama, maka ini adalah penyiksaan bagi jenazah.

Rasulullah ﷺ menyerukan agar sesegera mungkin menyelesaikan penguburan jenazah. Syariah Islam juga menjelaskan bahwa, jika kita hormat dan sayang pada yang meninggal, SEGERA kebumikan di tempat dia meninggal. Inilah penghormatan dan tanda kasih sayang yang sebenarnya.

BACA JUGA: Apa Perintah Rasulullah Setelah Shalat?

Sangatlah tidak pantas, mayat dipaksa melanggar perintah Allah. Perintah Allah adalah, menyegerakan pemakaman dan dikuburkan di tempat kematiannya.

Ketahuilah, bahwa orang yang telah meninggal, adalah milik Allah SWT, maka segeralah kembalikan ia kepada Allah, Pemiliknya dengan cara segera menguburkannya.

Sebagai tambahan info: Kebijakan beberapa negara, jika mayat hendak diterbangkan, sebelum dimasukkan ke dalam peﷺat, semua cairan dalam tubuh mayat terlebih dahulu harus disedot, dan dipastikan mayat itu betul betul kering (on medical ground), dan isi perut dikeluarkan agar tidak mengalami ledakan karena gas pada ketinggian tertentu.

Setelah prosedur ini sudah dipastikan telah dilakukan, barulah dikeluarkan Surat Izin naik pesawat. Bukankah ini suatu penyiksaan pada mayat, konon adalah orang yang kita sayangi.

Bagian tubuh yang dipisahkan itu adalah bahagian dari anggota tubuh yang mestinya dikebumikan bersama jasadnya secara utuh, tetapi karena ingin dibawa ke tanah air, telah dipisahkan. Suatu kekhilafan yang mestinya tidak dilakukan.

BACA JUGA: Sesibuk Apapun, Usahakan Tetap Silaturahim

SOLUSI:

Sayangilah orang orang yang telah meninggal dengan SESEGERA mungkin menguburkannya, dan dikuburkan di tempat ia meninggal.

Yaa Allah, anugerahilah kami Husnul Khaatimah, jauhkan kami dari Suu ul Khaatimah. Ampuni dosa dosa kami semua yang membaca viral ini. Rahmati dan Berkati hidup dan mati kami.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan rajin membaca Al-Quran dan rajin berdoa.

Yaa Allah, membimbing kami untuk selalu eling mengingat Mu yaa Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Mu yaa Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here