Dari Barzakh, Mereka Menanti Doa-Doamu

239

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Jangan pernah melupakan almarhumah ibu dan almarhum ayah yang telah meninggal. Mereka menanti doa dan kiriman bacaan ayat-ayat Al-Quran serta pahala sedekah anak-anaknya.

Lakukan ini, jika cinta, hormat dan sayang pada keduanya, kelak engkaupun didoakan dan disedekahkan atas namamu oleh anak-anakmu.

TRUE STORIES:

1- Kini mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali menanti doa-doamu:

الميت كالغريق المغوث

(Orang yang sudah meninggal, seperti orang yang berenang di samudera luas. Ganas angin kencang dan ombak besar, terus menerus berteriak meminta pertolongan).

BACA JUGA: Cara Membuka yang Penuh Keberuntungan

2- Jika ingin pusara ayah-ibu menjadi taman indah (روضة من رياض الجنة), nyaman bagian dari taman-taman Surga Al-Jannatul Firdaus, dan ayah-ibu berbahagia penuh senyum di dalamnya menanti akhirat tiba, seperti yang sering disebutkan dalam doa:

اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنة ولا تجعل قبره حفرة من حفر النيران

“Yaa Allah, jadikanlah kuburnya bagian dari Taman Surga, dan bukan kubangan dari api neraka”.

Maka, banyak hal yang bisa dilakukan oleh anak untuk orangtua meski mereka sudah meninggal.

3- Kepastian pahala amal ibadah anak dapat dinikmati oleh kedua orang tua, ditegaskan oleh Rasulullah ﷺ berulang-ulang. Rasulullah ﷺ bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ان الرجل لترفع درجته فى الجنة فيقول: انى لى هذا؟ فيقال : باستغفار ولدك لك. (صحيح الجامع ١٦١٧)

“Sungguh, ada orang, kelak di Surga, diistimewakan, dinaikkan derajat ke tempat yang tinggi, sehingga ia heran kegembiraan karena tidak menduga, dan ia bertanya; “Alangkah luar biasa beruntungnya saya, ada apa ini semua?”. Dijawab: “Ini, karena anakmu yang rajin memohonkan ampunan untukmu,” (Hadis Sahih Hadits no.1617).

BACA JUGA: Yang Halal itu Jelas, Yang Haram itu Jelas

4- Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa: Orang yang sudah wafat, terputuslah kesempatan beramal dan terputus pula pahalanya, kecuali amal tertentu yang disebutkan secara khusus oleh Rasulullah ﷺ, antara lain doa dan amal shalih anak untuk orangtuanya. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ: إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.  (رواه مسلم ١٦٣١)

“Jika orang sudah wafat, maka terputuslah pahala amalannya, kecuali 3 hal: sedekah jariahnya, ilmunya yang bermanfaat bagi orang lain, dan anak shalih yang mendoakannya,” (Hadis Sahih Riwayat Al-Imam Muslim No. 1631).

5- Hadits lain menegaskan juga:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ.  (رواه ابن ماجة)

“Sungguh, yang diperoleh oleh orang yang beriman setelah ia meninggal dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan adalah ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak shaleh yang ia tinggalkan, mushaf Al-Quran yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah persinggahan bagi para Musafir yang ia bangun, sungai yang ia alirkan dan sedekah yang ia keluarkan dari hartanya ketika ia sehat dan hidup. Semua itu akan tetap menemuinya setelah ia mati,” (Hadis Sahih Riwayat Al-Imam Ibnu Majah no. 242, diperkuat oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

BACA JUGA: Terjerumus Karena Perut dan Selangkangan

6- Al-Imam As-Suyuti mengumpulkan banyak hadits dan meringkaskannya sebagai berikut:

إِذَا مَاتَ اِبْن آدَم لَيْسَ يَجْرِي عَلَيْهِ مِنْ فِعَال غَيْر عَشْر

“Jika manusia telah wafat, tidak akan ada lagi pahala yang mengalir untuknya kecuali dari 10 amal ini:

عُلُوم بَثَّهَا وَدُعَاء نَجْل وَغَرْس النَّخْل وَالصَّدَقَات تَجْرِ

– Ilmu yang ia sebarkan dan doa keturunannya, menanam Kurma dan sedekah Jariah.

وِرَاثَة مُصْحَف وَرِبَاط ثَغْر وَحَفْر الْبِئْر أَوْ إِجْرَاء نَهَر

– Mushaf Al-Quran yang ia wariskan, menjaga daerah perbatasan perang, menggali sumur atau mengalirkan sungai.

وَبَيْت لِلْغَرِيبِ بَنَاهُ يَأْوِي إِلَيْهِ أَوْ بَنَاهُ مَحَلّ ذِكْر

– Rumah persinggahan untuk para Musafir atau untuk orang lagi kesulitan atau membangun masjid.

وَتَعْلِيم لِقُرْآنٍ كَرِيم فَخُذْهَا مِنْ أَحَادِيث بِحَصْرٍ

– Mengajarkan Al-Quran.

Demikian penuturan Al-Imam As-Suyuti penyusun tafsir rujukan dunia.

BACA JUGA: In Syaa Allah

Apabila anak melakukan amal shaleh dari HASIL DIDIKAN dan pengajaran ORANG TUANYA, maka sang AYAH dan IBU akan mendapat balasan pahalanya, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ menegaskan:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا. (رواه مسلم)

“Siapa yang mengajak kepada KEBAIKAN, maka ia mendapat balasan pahalanya sebanyak pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang yang melakukannya sedikitpun. Dan siapa yang mengajak kepada KESESATAN, maka ia mendapat dosa sebagaimana dosa orang yang melakukan kesesatan itu, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun,” (Hadis ini Sahih Riwayat Al-Imam Muslim).

7- Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Apabila anak membaca (atau menghafal) Al-Quran, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota di Surga”.

Dan banyak lagi Hadits Nabi ﷺ yang menjelaskan tentang orang tua akan mendapat pahala dari amal ibadah anak-anaknya.

BACA JUGA: Jika Terbangun di Tengah Malam, Lakukanlah Hal Ini!

POINTERS:

1- MAKA, jika anak sayang, rindu dan peduli pada ayah-ibu, meski mereka sudah meninggal, hendaklah tidak melupakan mereka dengan memperbanyak: doa dan istighfar untuk ayah-ibu setiap ada kesempatan, pagi hari dan sore hari, terutama setiap selesai shalat.

2- Doa yang paling ringkas berdasarkan wahyu Allah sebagai berikut:

اللهم اغفر لى ولوالدي وارحمهما كما ربيانى صغيرا

Allaahummaghfir lii, wa li waalidayya, warhamhumaa kamaa rabbayaanii shoghiroo.

“Yaa Allah, ampuni aku, dan ampuni juga kedua ayah-ibuku, dan sayangi mereka berdua seperti orang tua yang menyayangi dan memanjakan anak kecilnya”.

BACA JUGA: Setiap Kesulitan Ada Jalan Keluarnya

3- Bersedekahlah atas nama mereka berdua. Jangan biarkan pemulung, pengemis berlalu tanpa memberi minimal sebotol air minum atau sebungkus nasi, atau beri uang tip ke para pengantar pesanan online, ojol walau hanya 2 atau 5 ribu rupiah atas nama almarhum orangtua.

4- Jika mampu, seringlah berwakaf, beli sejadah, mukena, Al-Quran dan wakafkan atas nama orang tua, ini akan menjadi amal Jariah, pahala terus menerus tak terputus untuk orang tua di kuburannya.

5- Bacalah Al-Quran, minimal Surah Alfaatihah, Ayat Kursi, dan 2 surah Al-Mu’awwidzataini (Al-Falaq + An-Naas), atau 3 Surah Al-Mu’awwidzaat (Al-Ikhlas + Al-Falaq + An-Naas), atau Surah Yaa Siin, diniatkan pahalanya untuk almarhum ayah-ibu.

Dalilnya:

لكل شيء قلب وقلب القران يس

Segala sesuatu, punya jantung. Jantungnya Al-Quran adalah Surah “Yaa Siin”, maka bacakanlah untuk orang-orang mu yang telah meninggal.

Pahalanya selain didapat oleh ayah-ibu, kita yang membacanya juga mendapatkan pahala baca Al-Quran tampa berkurang sedikitpun.

Semoga Allah SWT senantiasa mengabulkan doa-doa dan amal ibadah kita. Dan Allah SWT menjauhkan ayah-ibu kita dari siksa kubur dan dimasukkan ke Surga Aljannatul Firdausil A’laa. Aamiin Yaa Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here