Terobos Istana Siti Elina Mau Tegur Jokowi soal Dasar Negara

95

Jakarta, Muslim Obsession – Berdasarkan keterangan polisi, perempuan bernama Siti Elina yang nekat mencoba menerobos masuk Istana Negara mengaku ingin bertemu Presiden Joko Widodo.

Kepada penyidik, Siti mengatakan ingin bertemu Jokowi untuk menyampaikan soal dasar negara Indonesia yang ia anggap salah.

“Dia datang ke istana sebenarnya hasil riksa tujuan ingin bertemu Presiden Jokowi untuk menyampaikan Indonesia salah karena dasarnya bukan Islam, tetapi ideologi Pancasila,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi pada jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/10).

Namun, Hengki menyebut penyidik masih mendalami lebih lanjut motif Siti melakukan aksinya tersebut.

Sementara itu, Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyampaikan Siti mengaku mendapat mimpi sebelum beraksi di istana.

Kata Aswin, mimpi itu kemudian disimpulkan oleh Siti untuk merencanakan aksi menerobos ke Istana Negara.

“Yang bersangkutan itu seperti mendapat mimpi-mimpi atau wangsit. Jadi, yang bersangkutan mimpi masuk surga masuk negara sehingga sampai kepada kesimpulan dia harus menegakkan ajaran yang benar,” ujarnya.

Senada dengan Hengki, Aswin juga menuturkan bahwa penyidik masih mendalami motif ini. Kata dia, polisi juga akan melibatkan psikolog untuk memeriksa kondisi Siti.

“Kita dalami motif. Kita sarankan bertemu psikolog untuk mendalami kejiwaan terhadap yang bersangkutan. Kita ingin supaya kita hidup damai aman tenteram semuanya,” tutur Aswin.

Diketahui, polisi menangkap Siti Elina saat mencoba menerobos Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (25/10) pagi.

Dari pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa Siti yang merupakan warga Koja, Jakarta Utara itu berkaitan dengan kelompok radikal. Tersangka terhubung dengan beberapa akun medsos yang terindikasi eks HTI dan NII.

Lalu Densus 88 Antiteror Polri melakukan pengembangan dan menemukan ada dua orang lainnya yang diduga terlibat jaringan terorisme. Yakni BU selaku suami Siti dan JM yang merupakan gurunya.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Yakni satu buah senjata sejenis FN, dua buah airsoft gun, serta satu buah senjata tajam berbentuk pistol.

Selain itu, juga turut disita tiga buah buku. Masing-masing berjudul ‘Jalan Menuju Hidayah’, ‘Luruskan Aqidah Anda’, serta ‘Pribadi dan Akhlak Rosul’. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here