Tembus 15 Ribu di Dunia, Omicron Baru Menyisakan Satu Kasus Kematian

98
Ilustrasi.

Jakarta, Muslim Obsession – Berdasarkan data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) menyatakan sejauh ini kasus Covid-19 varian Omicron sudah 15.778 kasus yang tersebar di 85 negara per Kamis (16/12).

Namun, tercatat hanya satu kematian yang resmi dilaporkan akibat varian ini. Satu-satunya pasien meninggal akibat Omicron sejauh ini adalah pasien di Inggris pada Senin (13/12). Padahal varian ini dianggap lebih mematikan.

“Secara keseluruhan, ada 15.779 kasus (varian Omicron) terkonfirmasi secara global, yang dilaporkan 85 negara,” bunyi laporan ECDC pada Kamis (16/12).

Menurut laporan ECDC, jumlah kasus Omicron di 58 negara, di luar Uni Eropa (UE) atau Wilayah Ekonomi Eropa (EEA), mencapai 12.620 kasus.

Data itu termasuk sejumlah negara yang baru-baru ini melaporkan temuan varian Omicron seperti Indonesia, Selandia Baru, Kamboja dan Filipina.

Sementara itu, di Uni Eropa atau EEA total keseluruhan varian Omicron ada 3.158 kasus di 27 negara anggota. Angka ini bertambah setelah mereka melaporkan 529 kasus pada Rabu (15/12).

Selain itu, beberapa negara telah melaporkan sejumlah kasus suspect.

Mulanya kasus-kasus Omicron yang dilaporkan di negara anggota UE/EEA terkait dengan perjalanan, tetapi seiring berjalannya waktu peningkatan jumlah kasus juga berasal dari transmisi lokal.

Analisis awal soal kasus Omicron dari The European Surveillance System (TESSy) menunjukkan bahwa kasus impor atau terkait perjalanan menyumbang 13 persen atau 22 kasus, sementara kasus lokal sebanyak 70 persen atau 121 kasus. Angka ini termasuk 45 persen atau 78 kasus yang dijadikan sampel sebagai bagian investigasi wabah lokal.

Negara-negara UE/EEA yang melaporkan kasus tanpa memiliki riwayat perjalanan diantaranya Belgia, Denmark, Finlandia, Hungaria, Islandia, Irlandia, Norwegia, Belanda, Portugal, Rumania, Spanyol, dan Swedia.

“Hal ini menunjukkan penularan komunitas yang tidak terdeteksi bisa berlangsung di UE/EEA,” lanjut laporan itu.

Semua kasus di UE/EEA yang dikonfirmasi tidak menunjukkan gejala atau ringan. Mereka, sejauh ini juga belum melaporkan kematian akibat Omicron yang dilaporkan.

Sejak ditemukan November lalu, laporan kematian akibat varian Omicron baru satu kasus di Inggris, pada 13 Desember lalu.

Namun demikian, ECDC juga menyatakan data itu harus dinilai dengan hati-hati, karena jumlah kasus yang dikonfirmasi terlalu rendah untuk dipahami jika karakter Omicron berbeda dari varian yang terdeteksi sebelumnya.

Meski baru ada satu kematian, pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bruce Aylward, memperingatkan agar tidak gegabah menyimpulkan varian ini hanya menimbulkan gejala ringan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here