Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-84)

VII. Nabi Ilyas, Ilyasa, Yunus, Penghancuran Haikal Sulaiman (Masjidil Aqsha), Bani Israel Terjajah dan Diperbudak Lagi.

191
Niniveh (Niniwe), sekarang adalah Mosul di Iraq. Saat ini, kuburan Nabi Yunus dalam keadaan hancur karena perang.

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Setelah pertobatan dari orang-orang yang beriman kepada Allah tersebut selesai dan waktu yang diperingatkan tersebut dilewati, Allah kemudian mencabut adzabnya, dan Allah menggantinya dengan kesenangan dan kenikmatan hidup sampai waktu tertentu (QS. Ash-Saffat 148, QS. Yunus 98).

Dengan peristiwa tersebut Nabi Yunus semakin menyadari kesalahannya ketika meninggalkan wilayah Bani Israel dengan marah. Jika Allah menghendaki tentulah semua orang di bumi seluruhnya beriman. Tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah, tidak akan kamu (Nabi Yunus) bisa memaksa agar manusia beriman, dan Allah akan menimpakan adzab kepada orang-orang yang tidak mengerti (QS. Yunus 99-100).

Katakanlah, “Perhatikanlah apa apa yang ada dilangit dan dibumi!”. Tidaklah bermanfaat tanda tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman (QS. Yunus: 101).

Nabi Yunus telah belasan tahun menjadi rasul bagi Bani Israel namun jerih payahnya tidak mendapatkan hasil yang diharapkannya, sedang bangsa lain di Niniwe yang sebelumnya tidak pernah melihat dirinya, justru sangat mengindahkan peringatannya meskipun kedatangannya baru beberapa hari. Karena izin Allah mereka menjadi orang yang beriman.

Demikianlah Nabi Yunus akhirnya menetap di Niniwe, hidup bersama dengan orang-orang yang beriman, hingga meninggal di kota tersebut. Masa kehidupan Nabi Yunus sekitar tahun 820 SM sampai 750 SM.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-83)

15. Riwayat Bait Allah (Haekal) Sulaiman

a. Runtuhnya Kerajaan Israel Samaria.

Sejak sepeninggal Nabi Sulaiman, kerajaannya terpecah menjadi dua. Yang pertama, Kerajaan Israel Samaria dan yang kedua kerajaan Yudea. Hingga masa Nabi Yunus, raja di wilayah kerajaan Israel Samaria tidak beriman tauhid dan rakyatnya banyak yang meinggalkan iman tauhid. Demikian pula kerajaan Yudea, meskipun terdapat rajanya yang beriman tauhid, namun banyak pula rajanya yang meinggalkan iman tauhid.

Oleh karena itu, rakyatnya pun banyak yang meninggalkan iman tauhid. Risalah Tauhid yang tersimpan di Bait Allah Sulaiman sering ditinggalkan oleh raja Yudea dan digantinya dengan menyembah berhala ba’al atau berhala lainnya, padahal di Yerusalem terdapat Haekal Sulaiman yang didalamnya tersimpan Taurat dan kitab-kitab nabi-nabinya.

Kitab 2 Raja-Raja menceritakan, hanya beberapa tahun setelah Nabi Yunus meninggal di Niniveh, Asyiria mempunyai raja baru yaitu Pul yang merebut kekuasaan dari raja Asyiria yaitu Asyhur, Nirrari V. Pul menyematkan gelar rajanya dengan mengambil nama raja Asyiria yang hidup jauh sebelumnya yaitu dengan gelar Tiglath pileser III.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-82)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here