Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-81)

VII. Nabi Ilyas, Ilyasa, Yunus, Penghancuran Haikal Sulaiman (Masjidil Aqsha), Bani Israel Terjajah dan Diperbudak Lagi.

141
Yoas bin Ahhazia yang masih berumur sekitar 8 tahun di angkat jadi raja Yudea. (Sumber: Alkitab SABDA.org)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Maka berkumpullah para imam Ba’al di kuil Ba’al. Mereka semua disuruh menggunakan pakaian peribadatan kepada Ba’al dan kemudian melaksanakan kurban sembelihan untuk dibakar. Ketika upacara sembelihan besar besaran tengah berlangsung, Yehu memerintahkan pasukannya masuk ke kuil Ba’al untuk membunuh semua imam Ba’al tanpa tersisa satu orangpun untuk dibiarkan hidup.

Setelah itu kuil Ba’al di kota Samaria dibakar sampai habis. Semua kuil Ba’al di wilayah kerajaan Israel Samaria juga di bakar habis. Yehu kemudian menjadi raja kerajaan Samaria dan sekaligus mengakhiri pemujaan Ba’al di wilayah kerajaan Samaria. Namun ada yang tertinggal yang tidak dimusnahkan oleh Yehu yaitu patung sapi penanda batas dengan kerajaan Yehuda ternyata tidak dimusnahkannya. Dikemudian hari patung sapi tersebut akan tetap menjadi sumber perbuatan dosa Bani Israel dan berakibat buruk bagi keturunannya.

Kitab 2 Raja-Raja 10 : 32-33, menginformasikan bahwa dengan perubahan kekuasaan di Samaria tersebut, memberikan kesempatan kepada Hazael raja Aram untuk mengambil wilayah timur sungai Yordan yang sedang dalam keadaan lemah penjagaannya oleh balatentara kerajaan Samaria. Elloh menghendaki wilayah suku Manasye, Ruben dan Gad di Ramod Gilead sampai Basan dikuasai kerajaan Aram. Yehu tidak pernah dapat merebutnya kembali. Tidak ada lagi Bani Israel yang menguasai wilayah di timur sungai Yordan. Wilayah tersebut tidak pernah dijanjikan Allah kepada Nabi Ibrahim untuk dikuasai anak turunannya dari Ishaq dan oleh karena itu bukan bagian wilayah Baitul Maqdish.

12. Perubahan di Kerajaan Yudea.

Kitab 2 Raja-Raja 11-12 menginformasikan, Atalya, ibu Ahazia ketika mengetahui anaknya yaitu Ahazia telah dibunuh, kemudian mengambil alih kekuasaan kerajaan Yudea. Atalya mengambil langkah yang aneh karena tidak ingin nantinya ada yang menggugat kedudukannya menjadi raja di Yudea. Dia akan membunuh semua anak Ahazia yang tidak lagi mempunyai perlindungan. Namun Yoseba anak raja Yoram, saudara perempuan Ahazia dapat menyelamatkan seorang anak bayi Ahazia, yaitu Yoas bin Ahazia. Yoas kemudian disembunyikan di Haikal Sulaiman. Dengan demikian keturunan Dawud masih ada yang dapat diselamatkan.

Atalya kemudian membangun kuil Ba’al di yerusalem dan mengangkat imam-imam Ba’al. Namun dia bukan orang dari suku Yehuda, dan tidak mempunyai dukungan kuat di Yudea. Selain itu, Atalya meskipun berasal dari kerajaan Samaria dan cucu Omri pendiri kota Samaria yang menjadi ibu kota kerajaan. Atalya ingin memanfaatkan Yehu raja Samaria untuk memperkuat kedudukannya sebagai raja Yudea.Namun dia tidak mampu membangun persekutuan dengan Yehu karena Yehu bisa menjadi raja karena dorongan Nabi Ilyasa’. Hal itu membuat Atalya tidak menjadi seorang raja yang kuat, sehingga memunculkan perpecahan balatentara kerajaan Yudea.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here