Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-8)

II. Nabi Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq.

84
Piramida Djoser, piramida yang pertama kali dibangun di Mesir.

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

A. Nabi Ibrahim

6. Wabah besar dan mengungsi ke Mesir

Kitab Kejadian mengisahkan, ketika Nabi Ibrahim dan rombongannya telah sekitar 3 tahun di Hebron, seluruh wilayah Kana’an sedang dilanda wabah yang hebat, berakibat pertanian rusak dan banyak ternak yang mati sehingga menimbukan bahaya kelaparan yang luas dan banyak menimbulkan kematian.

Bukan hanya wilayah Kana’an yang mengalami wabah, namun juga wilayah Asia di sebelah timurnya. Banyak penduduk Asia mengungsi ke Mesir. Para ahli sejarah sepakat peristiwa wabah besar yang terjadi di Asia kala itu terjadi pada sekitar tahun 2090 SM s/d 2085 SM. Situasi tersebut memaksa Nabi Ibrahim, Sarah, Luth dan seluruh pengikutnya meninggalkan wilayah Kana’an pergi ke Mesir.

Ibu kota Mesir saat itu adalah di Herakleopolis pada masa dinasti Paraoh (Firaun) X Raja ke-3, yaitu Wankare yang bergelar Akhtoy III, berkuasa sekitar tahun 2090 SM-2060 SM. Kehidupan religiusnya adalah menyembah Dewa Matahari atau Dewa Ra. Kedudukan Raja adalah Anak Dewa Ra.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-7)

Dewa-dewa lainnya adalah Shu, Tefnut, Nut, Osiris, Isis, Set, Nephtyst, yang dewa-dewa tersebut merupakan satu keluarga yang setiap dewa mempunyai peranan tertentu. Kediaman para dewa adalah semacam di alam pantheon (meminjam istlihah Yunani), yaitu rumah atau kuil suci kediaman para dewa.

Negeri Mesir saat itu termasuk negeri yang sudah maju dibanding suku atau bangsa lain dan telah mempunyai tatanan struktur pemerintahan (kerajaan), dan telah mampu membangun Piramida. Piramida pertama kali dibangun pada tahun 2630 SM-2631 SM oleh Raja Djoser, sebelum masa Nabi Hud diutus pada bangsa Iram di Yaman. Dengan demikian, bangsa Mesir termasuk bangsa pertama yang mempunyai peradaban tinggi.

Orang Mesir menganggap suku-suku Asia adalah bangsa terbelakang yang liar dengan hidup berpindah pindah tempat (nomaden) sesuai kebutuhan untuk menggembala ternak. Cara hidup orang-orang Asia mirip cara hidup buaya yang akan menerkam mangsanya apabila mangsanya terlihat lengah.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here