Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-46)

V. Nabi Musa, Harun, Bani Israel Pulang ke Baitul Maqdis.

95
Lukisan tentang Korah, Datan, Abiram dan pengikutnya yang memberontak pada nabi Musatertelan bumi yang terbelah. (Foto: jewishnews.co.uk)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Ketika Nabi Musa menyampaikan firman tersebut kepada kaumnya, maka kaumnya menjadi menyesal dan menangis karena Tuhan telah meninggalkan mereka. Bani Israel minta agar hari itu juga berangkat ke Baitul Maqdis, namun Nabi Musa mengatkan bahwa itu justru melanggar perintah Tuhan dan tidak akan berhasil, karena Tuhan tidak akan membantu mereka.

Namun banyak di antara mereka kemudian berkeras hati berangkat sedang Nabi Musa dan Nabi Harun serta Kemah Suci dan Tabut Perjanjian tetap di tempatnya tidak mengikuti mereka. Ketika sampai di suatu tempat, mereka diserbu oleh orang-orang Amalek dan suku Kana’an. Bani Israel dikalahkan dan tercerai berai. Ada yang lari sampai ke wilayah Horna. Namun pada akhirnya mereka kembali ke perkemahan.

Tidak lama kemudian 10 (sepuluh) orang yang membuat laporan buruk tentang situasi di wilayah Kana’an mati di padang gurun sedang Kaleb dan Yoshua tetap hidup. Mungkin kematiannya karena tidak kuat menanggung rasa bersalah dan berdosa sehingga seluruh Bani Israel harus mendapatkan hukuman akibat perbuatannya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-45)

16. Orang-orang yang putus asa dan mukjizat Nabi Harun.

Al-Quran tidak menceritakan secara spesifik bagaimana Bani Israel setelah turunnya firman yang menghukum mereka berputar-putar selama 40 tahun tidak bisa memasuki wilayah Baitul Maqdis. Kitab Bilangan menceritakan terdapat sedikit dari Bani Israel yang putus asa yang terdiri dari para pemimpin di antara puak-puak meraka yang berkumpul dan kemudian bersepakat untuk menggugat kepemimpinan dan kenabian Nabi Musa yang mereka anggap telah membuat sengsara kehidupan kaumnya.

Mereka mendatangi Nabi Musa dan Harun dan menyatakan keberatannya atas kepemimpinannya sedang mereka sudah dihukum dan akan mati di padang gurun. Mereka mengangkat imam di antara mereka sendiri, yaitu Korah dari keturunan Lewi, Datan, dan Abiram yang keduanya keturunan Ruben. Mereka akan melaksanakan peribadatan dan persembahan kurban sendiri.

Allah kemudian memerintah Nabi Musa dan Harun memisahkan diri dari mereka. Nabi Musa kemudian menyuruh kaumnya untuk memisahkan diri dari kumpulan orang-orang putus asa tersebut. Setelah Bani Israel memisahkan diri dari orang-orang tersebut, Allah langsung menghukum.

Lukisan tongkat Nabi Harun yang mengeluarkan kuntum, berbunga dan berbuah Badam. Peti yang nampak pada lukisan adalah Tabut Perjanjian. (Quiziz)

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-44)

Tiba-tiba bumi di mana orang-orang tersebut berkumpul terbelah dan menelan orang-orang tersebut, sedang pengikutnya yang tidak ikut tertelan langsung menemui kematiannya. Setelah dihitung ternyata para pengikut mereka ini cukup besar yaitu 14.700 orang.

Setelah peristiwa tersebut, Nabi Musa kemudian mendapat perintah dari Allah agar mengumpulkan 12 kepala suku dan meminta tongkat mereka untuk dikumpulkan dan ditaruh di Kemah Suci. Allah akan memberi petunjuk siapa sebenarnya pemimpin saat itu yang Bani Israel harus patuh kepadanya. Setiap tongkat harus diberi nama sesuai nama kepala suku pemilik tongkat. Dari suku Lewi adalah tongkat Nabi Harun.

Setelah dikumpulkan tongkat-tongkat tersebut, kemudian tongkat tersebut dibawa masuk ke Kemah Suci, diletakkan didepan Tabut Hukum (perjanjian). Pagi harinya, Bani Israel disuruh berkumpul di Kemah Suci, lalu Nabi Musa masuk ke Kemah Suci, diambilnya semua tongkat tersebut, kemudian ditunjukkan kepada Bani Israel.

Nampak tongkat Nabi Harun keturunan Lewi, telah bertunas, mengeluarkan kuntum dan berbunga serta berbuahkan buah Badam. Dengan peristiwa tersebut maka Bani Israel harus menerima bahwa Nabi Harun masih menjadi pemimpin yang dikehendaki Allah.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-43)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here