Gus Mus ke PBNU: Urusan NU Menangkan Indonesia, Bukan Menangkan Capres

370

Yogyakarta, Muslim Obsession – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus mengaku dirinya sempat khawatir ketika Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan dalam acara Harlah NU ke-101.

Menurut Gus Mus, tugas NU itu adalah memenangkan Indonesia, bukan memenangkan capres, di mana pada 2024 ini, Indonesia sedang dalam proses pilpres dan pemilu legislatif.

Hal itu disampaikan Gus Mus kala memberikan tausyiyah dalam Pembukaan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama dan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, Senin (29/1).

Mulanya, Gus Mus mengaku khawatir jika Gus Yahya dan Miftachul Akhyar menyinggung soal Pilpres 2024 dalam sambutannya.

“Saya ini sudah ketir-ketir. Ketika Ketua Umum pidato, Rais Aam pidato, jangan-jangan nyinggung pilpres. Begitu nyebut Pilpres, saya keluar. Itu bukan urusannya NU,” kata Gus Mus dalam keterangan yang diterima, Senin (29/1).

“Untungnya tidak,” lanjut Gus Mus disambut derai tawa undangan.

Gus Mus menegaskan, tugas Nahdlatul Ulama pada dasarnya memang bukan untuk memenangkan capres-cawapres dalam Pilpres 2024, melainkan memperbaiki kinerja demi Indonesia.

“Urusannya NU itu memperbaiki kinerja memenangkan Indonesia, bukan memenangkan capres,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Pada momen itu, Gus Mus juga didapuk untuk memimpin doa. Ia melangitkan harapan Indonesia beserta bangsanya dan NU bersama warganya dirahmati Allah SWT.

“Mudah-mudahan Allah merahmati Indonesia, Allah merahmati NU, Allah merahmati warga NU, Allah merahmati bangsa Indonesia,” harap kiai dari Rembang, Jawa Tengah itu.

NU jadi sorotan di Pilpres 2024 ini terkait dugaan mengarahkan dukungan pada paslon tertentu. Padahal sejak awal Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan NU akan netral.

NU jangan kejar layangan putus
Sementara itu, Gus Yahya dalam sambutannya menyampaikan bahwa NU harus berperan nyata, tidak bekerja bak mengejar layangan putus yang hanya ikut beramai-ramai tanpa mendapatkan hasil.

“Kita harus memacu kinerja untuk mengawal kemenangan Indonesia karena di tengah tantangan sejarah berskala peradaban ini Indonesia harus menang supaya kita semua tetap berdaulat,” katanya.

Adapun Miftachul Akhyar pada kesempatan ini mengingatkan agar pengurus NU dapat mendengar dan menaati keputusan organisasi.

“Oleh karena itu di beberapa tempat saya sampaikan, ismau athiu. Sampaikan sam’an wa thoatan, karena itu pun sangat dipesankan Rasulullah SAW,” ungkapnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here