Tragedi Buah Khuldi

Tragedi Buah Khuldi
Oleh: H. Winarto AR bin Darmoredjo (Majelis Dakwah Edwin Az-Zahra) Adalah Nabi Adam AS diciptakan Allah SWT secara sempurna. Tak hanya itu semua kebutuhan disediakan. Bahkan diciptakanlah Siti Hawa AS supaya Nabi Adam ada temannya. Sehingga semuanya lengkap, cuma diberikan satu larangan agar jangan makan buah "khuld". Itu saja, bukan larangan yang lain-lain. Tapi namanya juga manusia, sehingga ke anak turunannya termasuk kita, kenapa selalu cenderung mencoba melakukan yang dilarang. Sampai-sampai muncul kalimat "peraturan kan dibikin untuk dilanggar?" BACA JUGA: Husnul Khatimah atau Khusnul Khatimah? *** Buah Khuldi adalah penamaan buah untuk nama pohon yang Allah ‘Azza Wa Jalla melarang Nabi Adam dan istrinya, Siti Hawa untuk mendekatinya. Sebagaimana firman Allah ‘Azza Wa Jalla,

وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

“Kami berfirman, “Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu, dan janganlah kamu dekati pohon ini, sehingga kamu termasuk orang-orang zhalim!” (QS. Al-Baqarah: 35). Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu mengatakan,

نوع من أنواع شجر الجنة;الله أعلم بها، وإنما نهاهما عنها امتحانا وابتلاء

“Pohon ini merupakan salah satu pohon surga. Allah yang lebih tahu tentang hal tersebut. Akan tetapi, yang jelas Allah larang keduanya mendekati pohon tersebut sebagai bentuk ujian (patuh ataukah tidak),” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 49). BACA JUGA: LOVE atau HATE Hari Senin? Akan tetapi, setan berupaya sedemikian kuat untuk menjerumuskan Nabi Adam dan Hawa ‘alaihissalam agar tidak mematuhi perintah Rabbnya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa setan berpura-pura menangis dengan tangisan yang menyayat sehingga mengundang iba keduanya. Setan mengaku bersedih jika keduanya nanti tidak akan menjumpai nikmat seperti ini, sampai ia berkata,

يا آدم هَل أدلك على شجرة الخلد ومُلك لا يبلى؟ وقال: ما نهاكما ربكما عن هذه الشجرة إلا أن تكونا مَلَكين أو تكونا من الخالدين، وقاسمهما إني لكما لمن الناصحين

“Wahai Adam, maukah kutunjukkan manfaat pohon Khuld yang nantinya kamu akan menjadi malaikat di sini yang tidak akan lenyap? Rabbmu melarangmu memakannya agar engkau tidak menjadi malaikat dan kekal di sini. (Bahkan setan sampai bersumpah) dan mengatakan bahwa, aku ini benar-benar memberi saran yang baik untukmu.” BACA JUGA: Laa haula walaa quwata Illa billaahil ‘aliyil ‘azhim Rayuan setan ini pun masuk ke dalam hati Adam dan Hawa dan keduanya menuruti bisikan tersebut. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطٰنُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وٗرِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْءٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهٰىكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هٰذِهِ الشَّجَرَةِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَا مَلَكَيْنِ اَوْ تَكُوْنَا مِنَ الْخٰلِدِيْنَ

“Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya yang berakibat tampak pada keduanya sesuatu yang tertutup dari aurat keduanya. Ia (setan) berkata, ‘Tuhanmu tidak melarang kamu berdua untuk mendekati pohon ini, kecuali (karena Dia tidak senang) kamu berdua menjadi malaikat atau kamu berdua termasuk orang-orang yang kekal (dalam surga)’,” (QS. Al-A’raf: 20). Allah pun memberikan teguran dengan menampakkan aurat lahir mereka karena telah melanggar apa-apa yang Allah perintahkan. BACA JUGA: Teladan Kaum Salaf Hal ini menunjukkan, bahwa kemaksiatan dalam hati sekalipun akan berdampak pada lahiriah manusia. Syekh As-Sa’diy rahimahullahu menjelaskan ayat ini dengan mengatakan,

ظهرت عورة كل منهما بعد ما كانت مستورة، فصار للعري الباطن من التقوى في هذه الحال أثر في اللباس الظاهر، حتى انخلع فظهرت عوراتهما، ولما ظهرت عوراتهما خَجِلا وجَعَلا يخصفان على عوراتهما من أوراق شجر الجنة، ليستترا بذلك

“Nampaklah aurat keduanya satu sama lain, setelah sebelumnya tertutup. Keterbukaan batin (karena melanggar ketentuan Allah) memberikan efek kepada keterbukaan lahiriah (terbukanya aurat). Sampai benar-benar tidak ada yang menutupi aurat mereka dan tampaklah aurat keduanya. Mereka pun berupaya menutupinya karena malu dengan dedaunan surga.” Jika Nabi Adam ‘alaihissalam langsung Allah tegur, bagaimana dengan kita yang bahkan kedekatan kita dengan Allah Ta’ala tidak sebagaimana kedekatan Nabi Adam ‘alaihissalam?! Semoga Allah jaga kita dari perbuatan ingkar kepada Allah Ta’ala. Semoga ....  
#Apakah engkau suka hatimu menjadi lembut dan mendapatkan hajatmu (keperluanmu)? Rahmatilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan kepadanya dari rezekimu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu akan mendapatkan hajatmu.” (HR. ‘Abdurrazaq).

Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group