Empat Langkah Persiapkan Diri Sambut Ramadhan

Empat Langkah Persiapkan Diri Sambut Ramadhan
Oleh: Abdan Syakura (Aktifis Dakwah Al-Mahsyar) Bulan suci Ramadhan tak lama lagi akan tiba. Seluruh umat Islam seyogianya bahagia dengan kehadiran Ramadhan yang menawarkan begitu banyak keutamaan. Seperti yang diinformasikan Rasulullah ﷺ dalam hadits beliau:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

"Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan," (HR. Ahmad). Dan masih banyak keterangan nash yang mengisyaratkan besarnya keutamaan beribadah di bulan Ramadhan. Untuk meraih keutamaan-keutamaan tersebut, tentu setiap muslim yang beriman perlu menyiapkan persiapan sebagai strategi menyambut Ramadhan. Setidaknya ada tiga hal yang perlu disiapkan. BACA JUGA: Amalan Ringan Penghapus Dosa 1. Persiapan Mental. Memiliki rasa senang dan bahagia dalam menyambut Ramadhan merupakan suatu sikap mental yang sangat terpuji. Jika hal ini sudah dimiliki, maka satu langkah persiapan menyambut Ramadhan sudah dilakukan. Lainnya, mulailah berazzam, yakni memiliki komitmen kuat untuk sepenuh hati menjalankan beragam ibadah di bulan suci Ramadhan dan niatkan hanya untuk meraih ridha Allah Ta’ala. Azzam yang kuat merupakan ciri keimanan dan niat hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala merupakan ciri sikap ikhlas. Dua hal ini, iman yang kuat dan ikhlas menjadi prasyarat agar ibadah kita diterima dan Allah Ta’ala pun ridha kepada kita.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," (HR Bukhari dan Muslim). BACA JUGA: Keutamaan dan Janji Allah Bagi yang Sabar Hadapi Kesulitan 2. Persiapan Spiritual (Ruhiyah). Ramadhan menyajikan ragam ibadah yang bersifat spiritual. Oleh karenanya, memiliki persiapan spiritual menjadi hal yang mutlak dilakukan, misalnya dengan banyak membaca Al-Quran, puasa sunnah, shalat fardhu berjamaah, shalat sunnah, menghafal banyak doa dan dzikir, dan lainnya. Rasulullah ﷺ mengajari umatnya untuk mempersiapkan diri menghadapi Ramadhan. Beliau memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, seperti yang diinformasikan istri beliau, Aisyah radhiyallahu ‘anha:

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Nabi ﷺ tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya,” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156). BACA JUGA: Ada Istri di Balik Sukses atau Gagalnya Suami 3. Persiapan Intelektual (Fikriyah). Ingatlah, memiliki ilmu atau pengetahuan sebagai dasar suatu amal adalah suatu keharusan. Sebab amal tanpa dibarengi dengan ilmu maka akan tertolak, apalagi amal tersebut merupakan bentuk ‘ubudiyah kepada Allah Ta’ala. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa yang beramal tanpa dasar dari kami, maka amalan tersebut tertolak,” (HR. Muslim, no. 1718). Dalam kalimat syair disebutkan,

وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ # أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لاَ تُقْبَلُ

“Setiap yang beramal tanpa ilmu, amalannya tertolak dan tidak diterima.” (Hasyiyah Tsalatsah Al-Ushul, hlm. 14-15). Untuk meraih ridha dan rahmat Allah Ta’ala di bulan Ramadhan, seorang yang beriman mutlak harus mempersiapkan diri dengan ilmu agar mengetahui kaifiyah (tata cara) berpuasa, waktu berpuasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan pahala puasa, serta aturan lain agar ibadah di bulan Ramadhan makin paripurna. Rasulullah ﷺ mengingatkan:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya). BACA JUGA: 5 Alasan Kenapa Qiyamul Lail Sangat Istimewa4. Persiapan Fisik dan Materi (Jasmaniyah). Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Ketika di siang hari berpuasa, maka malamnya diisi dengan qiyamullail. Agar ibadah-ibadah tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, tentu diperlukan persiapan fisik yang paripurna. Ibadah Ramadhan niscaya tidak akan bisa dilaksanakan dengan baik jika seseorang memiliki fisik yang sakit. Oleh karenanya seseorang dituntut untuk menjaga kesehata fisik dengan cara mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan menyehatkan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebiasaan menggosok gigi (bersiwak), berbekam, dan senang tersenyum menjadi faktor yang sering kali disepelekan. Padahal menggosok gigi, berbekam, dan tersenyum berdampak positif pada kesehatan fisik. Pun demikian dengan kesiapan secara materi. Jika seseorang memiliki kecukupan materi saat Ramadhan, maka hal itu bisa menambah kekhusyukan dalam beribadah. Jangan sampai ketika Ramadhan justru seseorang lebih sibuk mengurusi hal-hal duniawi dibandingkan urusan ibadah kepada Allah Ta’ala. ‘Ala kulli haal, kita berharap Allah Ta’ala memberikan hidayah dan taufik-Nya agar Ramadhan tahun ini menjadi momen terbaik dalam hidup kita. Ramadhan tahun ini menjadi saat-saat terindah dan ternikmat dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Yaa Allah, karuniakan kepada kami ridha dan rahmat-Mu. Bekali kami dengan iman dan keikhlasan untuk beribadah di bulan suci Ramadhan. Karuniakan Lailatul Qadr pada Ramadhan tahun ini kepada kami sebagai hadiah terindah dalam hidup kami. Aamiin Yaa Allah.Wallahu a’lam bish shawab.