Perbaiki Jadwal Shalatmu, Pasti Allah Atur Jadwal Hidupmu

Perbaiki Jadwal Shalatmu, Pasti Allah Atur Jadwal Hidupmu
Oleh: H. Winarto AR bin Darmoredjo (Majelis Dakwah Edwin Az-Zahra) Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal shalat kita yang juga berantakan. Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: Saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. BACA JUGA: Semua Ada Masanya Sayanya yang bingung: nginep di mana, biaya makannya gimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-Boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadwal mereka, saya tak kuasa menentukan jadwal karena saya yang butuh. Pusinglah saya memikirkan jadwal yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya: "Jadwal shalatmu gimana?" "Jadwal shalat? Apa hubungannya?" saya keheranan. "Shalat Subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya. " Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa?" saya balik bertanya. BACA JUGA: Namanya Bersahabat, Harus Saling Mendoakan "Shalat Zhuhur jam berapa?" "Zhuhur? Jadwal shalat Zhuhur ya jam 11:35 lah..." jawab saya. "Bukan, jadwal shalat Zhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak. "Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung 'Asar. “Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran. Temen saya tersenyum dan berkata, "Pantas jadwal hidupmu berantakan." "Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung. "Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi. "Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut. "Beresin dulu jadwal shalat wajibmu. Jangan terlambat shalat, jangan ditunda-tunda, kalo bisa jama'ah," jawabnya. BACA JUGA: Rodhiyatan Mardhiyyatan "Kok..? hubungannya apa?" saya makin penasaran. "Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya. Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. “Joko sembung naik ojek, gak nyambung, Jèk..” pikir saya. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang memang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berpikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, shalat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini. Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. BACA JUGA: Sosok Ibunda Rasulullah ﷺ Tapi pada hari ketiga, HP berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan Direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi ya." Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadwal saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan shalat saya sesuai jadwalnya. Di hari berikutnya, HP saya berdering kembali. Dari Sekretaris Pak B. "Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadwal general check-up ... Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas." Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? BACA JUGA: Advice for My Self Saya pun menyahut, "O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?" Dari seberang sana dia menjawab, "OK Mas, nanti saya sampaikan." Siiip, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, HP saya berbunyi lagi. Sebuah pesan WA masuk, bunyinya: "Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok 1 jam cukup kan?." Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadwal menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap! Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habbits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah Yang Kuasa mengatur segala sesuatu dari 'Arsy-Nya sana. BACA JUGA: Islam dan Konsep “Zero Waste” Sampai saya yakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadwal waktumu untuk Allah... maka Allah akan mengatur jadwal hidupmu sebaik-baiknya. Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita. Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepada-Nya... makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadwal hidup kita. Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Shalatlah tepat waktu, usahakan berjama'ah. Jika mau lebih top, tambahin shalat sunnahnya: qobliyah, ba'diyah, Tahajjud, Dhuha, semampunya. Silakan dipraktekkan, Insyaa Allah jadwal kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani. BACA JUGA: Point of No ReturnMaasyaa Allah Tabarakallah Laa hawla wala quwwata illa billah.. Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik. Jika suatu hari saya menemukan jadwal saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadwal shalat saya. Pasti di situlah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadwal saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng. Perbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta agar dimudahkan segala urusan kita.. manusia cuma bs berencana, Tuhan jualah penentu segalanya. Allahu'alam bish shawab.

Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group