Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-113)

VIII. Nabi Zakariya, Yahya, ‘Iysaa, Kehancuran Haekal Sulaiman (masjidil aqsha) yang Kedua dan Kemunculan Nashara, Kristen dan Katolik.

85
Gua Qumran, tempat tinggal kaum Qumran di wilayah Khirbet Qumrandi Tepi Barat yang terletak sekitar 2 km dari sebelah barat pantai Laut Mati. Di gua-gua ini ditemukan gulungan naskah Laut Mati yang diduga gulungan dari berbagai macam kitab Ibrani. (Foto: Flickr)

Oleh: Agus Mualif Rohadi (Pemerhati Sejarah)

Yang pertama adalah sekte Qumran. Sekte ini berpegang teguh pada tradisi taurat asli, dimana jabatan imam Besar tidak boleh dirangkap oleh raja dan imam besar agama Yahudi harus murni keturunan Lewi atau Zadok.

Para imam Qumran dan banyak pengikutnya bahkan memilih menyingkir dan keluar dari Yerusalem karena raja Hasmonea merangkap imam besar Haekal Sulaiman meskipun pada waktu waktu tertentu tetap datang ke Haekal Sulaiman untuk melakukan peribadatan.

Aliran ini juga mempraktikkan cara hidup sederhana atau zuhud sehingga mereka dikenal sebagai kaum essenes (Eseni). Pengikut aliran ini menyendiri di perbukitan tandus dengan membuat gua gua yang kemudian dikenal dengan gua Qumran di wilayah Khirbet Qumran di Tepi Barat yang terletak sekitar 2 km dari sebelah barat pantai laut mati.

Dari gua Qumran ini pada tahun 1946 dan 1956 ditemukan naskah yang sangat kuno yang dikenal dengan naskah laut mati yang lumayan banyak berjumlah 981 naskah yang ditemukan dari 11 gua dan diperkirakan dibuat sekitar akhir abad ke tiga atau abad kedua sebelum masehi dan naskah yang dibuat sekitar abad pertama masehi. Antara lain yang ditemukan adalah gulungan kitab Mazmur.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-112)

Yang kedua adalah sekte Saduki. Sekte ini sangat percaya bahwa keluarga Hasmonea telah mempraktikkan ajaran nabi Dawud yaitu sebagai raja sekaligus merangkap jabatan imam besar Haekal Sulaiman. Dengan demikian, aliran Saduqi adalah pendukung utama keluarga Hasmonea, yang menggabungkan monarkhi dengan kepemimpinan agama.

Mereka juga sangat mendukung hubungan baik dengan negara sekitarnya seperti halnya nabi Dawud membina hubungan baik dengan negara lainnya. Karena itu, pengikut sekte Saduqi adalah keluarga kerajaan, tentara dan para pegawai kerajaan serta orang orang yang tersejahterakan oleh kerajaan. Pengikut sekte Saduqi adalah kaum elite kerajaan.

Yang ketiga adalah sekte Farisi. Aliran ini seperti halnya sekte Qumran, memegang teguh tradisi taurat yang memisahkan antara kepimpinan agama dengan kepemimpinan bangsa. Mereka juga menentang keluarga Hasomenea menjadi raja. Namun mereka tidak menganjurkan cara hidup zuhud. Oleh karena itu, sekte Farisi adalah sekte yang paling banyak pengikutnya.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-111)

Kaum Farisi sering dianggap sebagai yang bertanggung jawab atas protes berdarah terhadap kekuasaan keluarga Hasmonea. Raja sering menumpas dan membunuh penduduk yang memprotes hak raja atas posisi imam besar. Bagi aliran ini, keluarga Hasmonea adalah keluarga dari keturunan imam Haekal Sulaiman yang tidak punya hak untuk menjadi raja.

Pencabangan dari satu batang pohon ajaran tauhid menjadi golongan golongan aliran ini disitir dalam QS. Al-Anbiya ayat 92-93, dimana kaum yahudi justru disibukkan oleh urusan golongan masing masing, padahal mereka sedang mengalami penjajahan yang telah berlangung ratusan tahun.

4. Munculnya Imperium Roma.

Munculnya imperium Roma diawali ketika Kerajaan Roma dapat menghancurkan benteng Messina di Sisilia yang dikuasai Kartago yang kerajaannya beribu kota di Kartago Afrika Utara. Imperium Cartago adalah imperium terbesar lainnya di Afrika, tidak kalah besarnya dengan Kerajaan Mesir yang telah tumbuh lebih dahulu. Kartago mempunyai pangkalan militer, menempatkan pasukannya dan membangun benteng di Sicilia.

Pangkalan tersebut dimaksudkan untuk membendung serangan dari negeri yang berasal dari Mediterania Barat. Dengan adanya pangkalan militer tersebut, kerajaan eropa harus terlebih dahulu menaklukkan benteng Kartago di Sicilya apabila bermaksud menaklukkan Kartago di afrika utara. Perang berlangsung dalam waktu panjang yaitu sekitar 23 tahun, antara tahun 264 SM-241 SM.

BACA JUGA: Para Rasul dalam Peradaban (Seri ke-110)

Perang laut dan darat yang terlama, yang disebut perang Punik I. Untuk mengalahkan Kartago, Roma bersekutu dengan Syirakusa, kerajaan kecil di kepulauan Sisilia. Sejak itu, Roma mulai tumbuh sebagai kerajaan dengan kekuatan militer besar di wilayah eropa di laut Mediterania Barat.

Perang Punik ke II terjadi tahun 218 SM-202 SM, diawali ketika pasukan Kartago di pimpin oleh komandan perang yang terkenal yaitu Hanibal. Pasukan Kartago menyeberangi laut Mediterania, kemudian menaklukkan Iberia, Galia, menyeberangi pegunungan Alpen, kemudian mulai menyerang Roma dari utara. Suatu perjalanan pasukan yang menakjubkan.

BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here