Karena Senyuman dan Doa

144

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Awalnya benci bukan main, namun karena senyuman dan doa, maka semua kebencian lenyap berganti salut, simpati, dan kagum luar biasa. Mereka pun berbondong-bondong masuk Islam.

TRUE STORY:

Mari kita simak kisah indah Rasulullah ﷺ bersama orang yang suka nyinyir, dan mencaci, dan lain sebagainya. Maaf agak panjang tapi penting:

BACA JUGA: Rajinlah Dibersihkan Agar Jin Jahat Pergi

Karena kebencian dan permusuhan yang luar biasa, maka ia ADZAN untuk kambing-kambing gembalanya:

كافر ويؤذن

المؤذن أبو محذورة الجُمحي القرشي : عقب غزوة حنين ، وبينما بلال يؤذن للظهر كان أبو محذورة المشرك يؤذن لغنمه بصوته الجميل ليستهزئ بالمسلمين

فأمر النبيﷺ عليًا والزبير أن يحضروه فطوقوه وأتوا به للنبيﷺ

فقال النبيﷺ لأبي محذورة ومن معه وكانوا يرعون غنمهم من منكم الذي أذن أذان المسلمين فخافوا جميعهم ولم يتكلموا فأمرهم النبيﷺ جميعًا أن يؤذن كل واحد منهم بمفرده حتي تبين له صاحب الصوت الجميل الذي أذن لغنمه. فسأله النبي ﷺ عن اسمه فقال أنا اسمي ابو محذورة فقال: النبي ﷺ أنت من أذنت بهذا الصوت الجميل؟!

فسر بذلك أبو محذورة الذي كان مشركًا لأن بالكلام gالطيب تمتلك القلوب، والنفس مفطورة على المدح

(انظر إلي رحمة سيدنا النبي ﷺ عندما جبر خاطر المشرك صاحب الصوت الجميل ليدخل الإسلام)

فوضع النبيﷺ الكريم الرحيم حتى بالكافرين يده الشريفة على رأس أبي محذورة ..ونزع عمامته ومسح بيده الشريفة ﷺ علي رأسه داعيًا لأبي محذورة بقوله

اللهم بارك فيه وفى ذريته وفي صوته واهده للإسلام فخرجت منه الشهادة سريعة مدوية أمام أصحابه رعاة الغنم وعينه النبيﷺ مؤذنًا لأهل مكة المكرمة فهذا شرف لا يعلوه شرف

فأقسم أبو محذورة من يومها ألا يحلق شعر رأسه الذي وضع النبي ﷺ يده الشريفة عليه إلى أن مات

وظلت ذرية أبي محذورة يؤذنون قرابة ال ٣٠٠ عام

بفضل دعاء النبيﷺ له ولذريته فقد كانوا أصحاب حنجرة ذهبية ربانية

سلام…ثم سلام… ثم سلام …على مؤذن مكة أبو محذورة في الخالدين . (الأثر نقله أبو داود والنسائي وأحمد في السنن)

BACA JUGA: Tiba-Tiba Meninggal

Inti dari makna hadits di atas, sebagai berikut:

1- Setelah Bilal bin Rabaah, selesai mengumandangkan Adzan Zuhur, tiba tiba terdengar suara Adzan lagi, ada yang menirukan Adzan nya Bilal bin Rabah.

2- Yang Adzan bersuara merdu luar biasa menirukan Suaranya Bilal bin Rabah ini adalah, Abu Mahdzuurah Al-Jumahiy Al-Qurasyiyyi, seorang Kafir Musyrik dari Suku Quraisy.

Adzan suara merdunya dilantunkan ke telinga kambing kambing gembalanya, ingin menghina, dan memperolok olok Adzannya Ummat Islam.

3- Setelah selesai Shalat Zuhur, Rasulullah ﷺ meminta kepada menantunya Ali Bin Abi Thalib dan Sahabat dekatnya bernama ZUBAIR, agar menghadirkan Abu Mahdzuurah, orang yang tadi Adzan ke kambing kambing gembalanya.

4- Setelah Abu Mahdzuurah dan teman-temannya para Pengembala kambing berhadapan dengan Rasulullah.

BACA JUGA: Doa Simpati untuk Korban Gempa

Rasulullah ﷺ bertanya kepada mereka: “Siapa yang tadi Adzan?”

Tidak ada satupun yang berani mengaku.

Mereka ketakutan menggigil, takut disiksa oleh Sahabat sahabat Rasulullah yang sedang berkumpul shalat Zhuhur berjamaah saat itu, karena mereka telah Adzan ke telinga kambing kambing gembalanya sambil cekikikan menertawakan Adzannya Islam.

5- Lalu, Rasulullah ﷺ meminta, satu per satu Adzan. Semua Adzan, namun yang bagus dan bersuara merdu hanya satu, yaitu Abu Mahdzuurah Al-Jumahiy Al-Qurasyiyyi.

Rasulullah bertanya: “Siapa namamu wahai anak muda?”

Namaku Abu Mahdzuurah Al-Jumahiy Al-Qurasyiyyi.

“Sungguh suaramu bagus sekali, merdu dan saya suka sekali”, kata Rasulullah ﷺ TERSENYUM memuji.

BACA JUGA: Istighfarlah yang Kita Andalkan

6- Lalu Rasulullah ﷺ menanggalkan sorbannya dan menutupkannya ke kepala Abu Mahdzuurah Al-Jumahiy sambil mengusapkan tangan sucinya dan MENDOAKAN:

اللهم بارك فيه وفي ذريته وفى صوته واهده الى الاسلام

Allaahumma Baarik Fiihi wa fii dzurriyatihii wa fii Shautihii, Wahdihii Ilal Islam.

“Yaa Allah, anugerahilah dia, anak-anak keturunannya dan keluarganya keberkahan hidup, dan berkahi pula suaranya, dan berilah hidayah agar masuk Islam”.

Mendengar DOA Rasulullah ﷺ ini, Abu Mahdzuurah gemetar terharu, dan berteriak bahagia “Aamiin”.

7- Dengan pujian dan perlakuan Rasulullah ﷺ yang simpati penuh humanis, senyum ramah, dan rangkulan, Abu Mahdzuurah, luluh dan hilang rasa takutnya, berbalik simpati dan salut.

8- Saat itulah, Abu Mahdzuurah BERSYAHADAT, dan langsung Adzan di hadapan teman temannya para Pengembala yang masih Kafir Musyrik, dan bersumpah, bahwa ia tidak akan MEMOTONG RAMBUT nya yang telah diusap-usap oleh tangan mulia Rasullulah ﷺ sampai ia wafat.

BACA JUGA: Sunnah Rasulullah yang Hampir Terlupakan

9- Demikianlah kisah Abu Mahdzuurah, anak-anak dan keturunannya menjadi Muaddzin terkemuka hingga mencapai 300 tahunan dalam perjalanan perkembangan Islam.

(Dikutip dari Hadits Sahih Riwayah Al-Imam Abu Dawud, An-Nasaai dan Ahmad).

POINTERS:

1- Jangan pernah kasar, menghina dan melecehkan.

2- Ramah, santun dan mendoakan kebaikan, adalah cara yang paling ampuh dalam mengajak dan berdakwah.

3- Sebaliknya, cacian, hinaan dan kekerasan, hanya membuat orang-orang menjauh.

4- Janganlah kita berprilaku norak, aneh, jorok, kampungan, dan menyebar kekeraaan sehingga orang memandang negatif pada Islam.

5- Islam adalah agama yang mengutamakan: kebersihan, penyebar senyum kedamaian dan peduli sesama, sebagai Rahmatan bagi semua.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan rajin menyebar kasih sayang dan kedamaian.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here