Jangan Mengundang Keterpurukan dan Kesulitan Hidup

335

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Kok “mengundang” keterpurukan atau kesulitan hidup? Iya, banyak! Bahkan mengemis agar hidupnya jadi miskin. Bagaimana caranya?

Manusia itu punya sifat positif dan negatif. Beda dengan malaikat yang hanya dikaruniai sifat positif, dan setan hanya negatif.

Jika beriman, tekun beribadah, rajin berikhtiar dan serius berusaha, maka manusia akan selalu berbaik sangka, husnuzhzhan, dan menjauhi berburuk sangka, suuzhzhan.

BACA JUGA: Obatilah dengan Bacaan Al-Quran

TRUE STORIES:

1- Allah SWT secara rinci melarang KERAS saling mencari kekurangan dan saling melecehkan. Allah berfirman:

يايها الذين امنوا لا يسخر قوم من قوم عسى ان يكونوا خيرا منهم، ولا نساء من نساء عسى ان يكن خيرا منهن. ولا تلمزوا انفسكم ولا تنابزوا بالالقاب. بئس الاسم الفسوق بعد الايمان ومن لم يتب فأولئك هم الظلمون (١١) يايها الذين امنوا اجتنبوا كثيرا من الظن، ان بعض الظن اثم، ولا تجسسوا ولا يغتب بعضدكم بعضا، ايحب احدكم ان يأكل لحم اخيه ميتا فكرهتموه، واتقوا الله، ان الله تواب رحيم (١٢) سورة الحجرات ٤٩ الاية ١١- ١٢

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kelompok mengolok-olok kelompok yang lain, karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan itu lebih baik dari mereka yang mengolok-olok. Dan jangan pula perempuan perempuan mengolok-olokkan perempuan lain, karena boleh jadi perempuan yang diperolok-olokkan itu lebih baik dari perempuan yang mengolok-olok.

Janganlah kamu saling MENCELA satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar (panggilan atau sebutan) yang buruk. Seburuk buruk panggilan adalah panggilan yang buruk “FASIK” padahal telah BERIMAN. Dan siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang orang yang ZHALIM (11).

BACA JUGA: Biasakan Memberi, Hindari Meminta-Minta

Wahai orang orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka, sungguh, sebagian prasangka itu adalah DOSA, dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain, dan jangan juga ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada yang mau di antara kamu yang suka memakan daging Saudaranya yang sudah mati?, tentu kamu merasa JIJIK! Dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Penerima Taubat, lagi Maha Penyayang (12),” (QS. Al-Hujuraat 49: 11-12).

2- Al-Imam Sa’id bin Al-Musayyib rahimahullah menuturkan:

كتب إليَّ بعض إخواني من أصحاب رسول الله

“Sebagian dari Saudara 6saudara ku dari kalangan para Sahabat Rasulullah ﷺ pernah menulis surat kepadaku yang intinya adalah:

أن ضع أمر أخيك على أحسنه، ما لم يأتك ما يغلبك، ولا تظنَّن بكلمة خرجت من امرئ مسلم شرًّا، وأنت تجد لها في الخير محملًا

“Hendaknya engkau menempatkan urusan Saudaramu pada posisi yang paling baiknya, yaitu tidak berburuk sangka, selama belum datang kepadamu bukti yang mengalahkan prasangka baikmu. Janganlah sekali-kali engkau berprasangka buruk terhadap ucapan seorang Muslim, selama engkau masih mendapatkan kemungkinan-kemungkinan yang baik pada ucapannya,”  (Ref: كتاب الاستذكار لابن عبد البر – Kitab Al-Istidzkaar Li Ibni ‘Abdilbarr 8/291).

BACA JUGA: Bagaimana Kita Menghadapi Bala?

POINTERS:

1- Jika ingin hidup damai, tenang dan tidak banyak stress, maka dahulukan baik sangka, dan jauhi penyakit penyakit hati: iri, berburuk sangka, hasut, namiimah, ghiibah, caci maki, suka memfitnah, dan angkuh.

2- Terbukti dan nyata, keterpurukan dan kesulitan hidup, bahkan kemiskinan akan dialami oleh mereka yang SUKA MENCACI, menghujat, iri, hasut dan memfitnah.

3- Terbukti dan nyata, yang rajin bersilaturrahim, banyak senyum berbaik hati, rajin memberi dan menolong, selalu mendahulukan “Baik Sangka”, rezekinya melimpah dan hidupnya damai dan SEJAHTERA.

4- Perlu kita sadari, bahwa Allah SWT tidak akan mengampuni hamba-Nya yang berbuat zhalim dan merugikan orang lain, sebelum yang dizhalimi atau yang dirugikan memafkan atau merelakan.

BACA JUGA: Don’t Stop After Ramadhan: Mestinya Witir Tidak Saat Ramadhan Saja

Coba bayangkan, betapa berat dan dahsyatnya dosa yang akan ditanggung, jika memfitnah, mencaci dan menyebar permusuhan melalui medsos, sungguh mengerikan, ratusan orang yang akan menuntut kelak di Akhirat.

Pahala ibadah yang kita kumpulkan akan tergerus untuk melunasi cacian, fitnah dan kesombongan kita.

Jika pahala telah habis tergerus, maka, dosa dosa orang yang dizhalimi, yang kita rugikan, akan dibebankan kepada kita yang berbuat zhalim.

5- Setoplah berburuk sangka, mencaci, memfitnah, iri, ghibah dan namiimah, dan perbanyaklah senyum dan baik sangka, jika ingin rezeki melimpah dan hatipun damai.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Allah SWT. Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here