Jangan Ibadah Seperti Cacing Kepanasan

345
Ilustrasi: Shalat Berjamaah.

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, Ummul Qura University, dan Pembina Alhusniyah Islamic School)

Agar ibadah diterima Allah, maka lakukanlah dengan penuh “Tuma’niinah” yang artinya “penuh ketenangan dan penghayatan”. Jangan tergesa-gesa seolah seperti cacing kepanasan.

Misal, saat ruku dan sujud di waktu shalat, usahakan berlama-lama, karena selain menyehatkan, juga kesempatan dosa-dosa berguguran.

TRUE STORIES:

1- Tergesa-gesa itu adalah sifat setan. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ. رواه الترمذى

 “Sungguh, tergesa-gesa itu dari sifatnya Setan,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam At-Tirmidzi).

BACA JUGA: Setelah Kumpul-Kumpul, Jangan Lupakan Hal Ini

2- Sebaliknya, lawan kata dari (الْعَجَلَةُ) yang artinya tergesa-gesa adalah (التَّأَنِّي) atau (وَالأَنَاة) yakni pelan-pelan, hati-hati, dan penuh pertimbangan yang merupakan sifat yang disukai Allah SWT.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الحِلْمُ، وَالأَنَاةُ. (رواه الترمذى)

“Sungguh, pada dirimu ada dua perangai yang Allah cintai yaitu mudah memaafkan dan tidak terburu-buru,” (Hadits Sahih Riwayah Al-Imam At-Tirmidzi).

3- Lakukan shalat selama 60 tahun, tapi tidak ada yang diterima Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:

 ان الرجل ليصلى ستين سنة ما تقبل له صلاة ، لعله يتم الركوع ولا يتم السحود. ويتم السجود ولا يتم الركوع.  (رواه ابن ابى شيبة عن ابى هريرة رضى الله عنهم)

“Sungguh, ada orang yang Shalat selama 60 tahun, namun shalatnya tidak diterima. Dia telah sempurnakan rukuknya tetapi tidak menyempurnakan sujudnya. Atau bisa jadi dia menyempurnakan sujudnya, tetapi tidak menyempurnakan rukuknya,” (Hadits Sahih Riwayah Al Imam Ibn Abi Syaibah dari Abu Hurairah RA No. 596).

BACA JUGA: Hidupnya Akan Selalu Kesulitan dan Mukanya pun Kusut

4- Seperti pencuri yang bodoh. Rasulullah ﷺ bersabda:

أسوأ الناس سرقة الذى يسرق من صلاته. قالوا يا رسول الله وكيف يسرق من صلاته؟ قال: لا يتم ركوعها ولا سجودها. او قال: لا يقيم صلبة فى الركوع والسجود. (رواه احمد)

“Seburuk-buruk pencuri, adalah orang yang mencuri bagian dari shalatnya. Para Sahabat bertanya: “Bagaimana mereka mencuri shalatnya? Rasulullah ﷺ menjelaskan: “Mereka tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Rasulullah ﷺ menambahkan: “Mereka tidak meluruskan dan tidak meratakan punggungnya ketika rukuk dan sujud,” (Hadits Shahih Riwayah Al-Imam Ahmad no. 5/310).

BACA JUGA: In Syaa Allah Akan Sembuh, Sehat Wal ‘Aafiyah

POINTERS:

1- Mulai sekarang, jadikanlah shalat sebagai gerakan yang membuat badan dan pikiran sehat, sekaligus Ibadah yang sempurna, yaitu dengan tidak tergesa-gesa. Karena tergesa-gesa adalah sifatnya setan.

2- Berlama-lama lah saat ruku, dan sujud, karena saat rukuk dan sujud inilah dosa-dosa berjatuhan.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa-doa kita, dan menganugerahkan kita shalat penuh penghayatan dan tidak tergesa-gesa.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik-baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here