Barang yang Dilarang Dibawa Jamaah Haji Saat Pulang ke Tanah Air

206

Jakarta, Muslim Obsession – Seluruh jamaah haji kini telah selesai melaksanakan semua rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Saat ini jamaah haji Indonesia sudah memasuki fase persiapan pulang kembali ke Tanah Air.

Jamaah akan diterbangkan ke Indonesia menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines mulai 4 Juli 2023.

Dalam proses pemulangan ini, jamaah sudah mulai diingatkan untuk mematuhi peraturan penerbangan khususnya terkait dengan barang bawaan. Ada batasan berat barang bawaan dan jenis-jenis barang yang dilarang untuk dibawa selama penerbangan.

“Jangan masukkan air Zamzam ke koper bagasi. Sebab, koper berisi air Zamzam akan terdeteksi yang berakibat dibongkar dan dikeluarkan airnya. Ini sudah menjadi ketentuan penerbangan,” kata Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H Subhan Cholid pada Ahad (2/7/2023).

Menurutnya, dua hari sebelum kepulangan, dilakukan proses penimbangan bagasi, dilanjutkan pemeriksaan melalui x-ray. Sejumlah kloter pertama dari sejumlah embarkasi sudah dilakukan penimbangan. Ada Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 01), Makassar (UPG 01), Solo (SOC 01), Surabaya (SUB 01) dan lainnya.

Setelah penimbangan di hotel jamaah, dilakukan pemeriksaan koper bagasi dengan menggunakan X-Ray Multiview yang dapat mendeteksi barang-barang yang dilarang, termasuk air Zamzam.

“Dari hasil pemeriksaan hari ini, rata-rata terdapat 30% sampai 40 % jamaah yang memasukkan air Zamzam ke dalam koper. Koper dibongkar untuk mengeluarkan airnya. Sehingga cukup mengganggu dalam proses X-ray barang jamaah,” ungkap Subhan.

“Jika tanpa pembongkaran,cukup 1 jam proses pemeriksaan bagasi, namun jika harus dibongkar karena terdapat zam-zam, memakan waktu hingga 3 jam per kloternya,” imbuhnya dikutip dari laman Kemenag.

Ia pun berharap jamaah haji tidak perlu khawatir tidak mendapatkan air zam-zam. Menurutnya, jamaah haji akan mendapat lima liter air Zamzam yang akan dibagikan saat tiba di Asrama Haji Debarkasi.

Subhan menambahkan, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines hanya akan mengangkut barang bawaan jamaah haji berupa tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai.

“Jamaah haji Indonesia berhak membawa koper kabin dengan berat maksimal 7 kg, koper bagasi dengan berat maksimal 32 kg, dan tas paspor,” sebutnya.

Sesuai aturan penerbangan, ada sejumlah barang yang dilarang dibawa selama penerbangan, yaitu:

1. Barang yang mudah terbakar/ meledak
2. Senjata api dan senjata tajam
3. Gas, aerosol, dan cairan melebihi 100ml
4. Uang lebih dari Rp100.000.000 atau SAR25.000
5. Air Zamzam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here